Bencana Sumatra Utara, Sekitar 10 Persen Populasi Orangutan Tapanuli Tewas

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 11 Juni 2026, 19:35 WIB
Bencana Sumatra Utara, Sekitar 10 Persen Populasi Orangutan Tapanuli Tewas
Sebuah studi yang dipimpin Erik Meijaard, penulis utama penelitian sekaligus Managing Director Borneo Futures, mengungkap, hujan ekstrem yang memicu banjir dan longsor besar di kawasan Batang Toru, Sumatra Utara, pada akhir November 2025, diduga menyebabkan hilangnya 10 persen populasi Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis), salah satu spesies kera besar paling langka di dunia. Hal tersebut disampaikan dalam Press Briefing: Tapanuli Orangutans/Cyclone Senyar yang digelar secara daring pada Selasa (9/6/2026) malam. Hasil penelitian menemukan, sekitar 58 individu Orangutan Tapanuli diperkirakan menjadi korban longsor yang dipicu hujan ekstrem. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 10–11 persen populasi di kawasan terdampak atau sekitar 7 persen dari total populasi spesies. Sebagai informasi, saat ini, populasi Orangutan Tapanuli diperkirakan hanya berjumlah sekitar 800 individu. Kehilangan tersebut menjadi ancaman serius bagi spesies yang sebelumnya sudah menghadapi banyak tekanan, termasuk perburuan, dan hilangnya kawasan hutan.
Foto selebaran tak bertanggal yang diambil oleh Pusat Informasi Orangutan dan dirilis pada 10 Juni 2026 menunjukkan orangutan Tapanuli di atas pohon di hutan Batang Toru di Sumatra Utara. Menurut para ilmuwan, tanah longsor yang dipicu oleh perubahan iklim memusnahkan hampir satu dari 10 spesies kera besar paling langka di dunia yang tersisa di Pulau Sumatra. (Handout/Pusat Informasi Orangutan/AFP)
Foto selebaran tak bertanggal yang diambil oleh Pusat Informasi Orangutan dan dirilis pada 10 Juni 2026 menunjukkan orangutan Tapanuli di atas pohon di hutan Batang Toru di Sumatra Utara. Menurut para ilmuwan, tanah longsor yang dipicu oleh perubahan iklim memusnahkan hampir satu dari 10 spesies kera besar paling langka di dunia yang tersisa di Pulau Sumatra. (Handout/Pusat Informasi Orangutan/AFP)
Foto selebaran tak bertanggal yang diambil oleh Pusat Informasi Orangutan dan dirilis pada 10 Juni 2026 menunjukkan orangutan Tapanuli di atas pohon di hutan Batang Toru di Sumatra Utara. Menurut para ilmuwan, tanah longsor yang dipicu oleh perubahan iklim memusnahkan hampir satu dari 10 spesies kera besar paling langka di dunia yang tersisa di Pulau Sumatra. (Handout/Pusat Informasi Orangutan/AFP)
Foto selebaran tak bertanggal yang diambil oleh Pusat Informasi Orangutan dan dirilis pada 10 Juni 2026 menunjukkan orangutan Tapanuli di atas pohon di hutan Batang Toru di Sumatra Utara. Menurut para ilmuwan, tanah longsor yang dipicu oleh perubahan iklim memusnahkan hampir satu dari 10 spesies kera besar paling langka di dunia yang tersisa di Pulau Sumatra. (Handout/Pusat Informasi Orangutan/AFP)

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya