Tiga Anggota Brimob NTT Ditusuk TNI Usai Pesta Syukuran

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (11/6) dini hari WITA seusai misa syukuran pelantikan anggota Brimob.

oleh Ola KedaDiterbitkan 11 Juni 2026, 17:37 WIB
Ilustrasi penusukan

Liputan6.com, Jakarta - Tiga anggota Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami luka tusuk oleh sejumlah anggota TNI Angkatan Darat (AD) di Dusun Waemata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (11/6) dini hari WITA seusai misa syukuran pelantikan anggota Brimob.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra menjelaskan acara syukuran pelantikan Bripda JGR awalnya berlangsung aman dan tertib. Namun, setelah acara selesai, terjadi kesalahpahaman yang memicu ketegangan di antara sejumlah anggota yang hadir.

Akibat insiden tersebut, tiga personel Brimob, yakni Bripda PR, Bripda FA, dan Bripda BBK mengalami luka tusuk. Ketiganya kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo.

Menyikapi kejadian itu, pimpinan kedua institusi langsung bergerak cepat. "Kepolisian dan TNI AD turun tangan menangani perkara kekerasan senjata tajam tersebut," ujar Henry.

Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, dan Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono berkoordinasi untuk meredam situasi dan memastikan keamanan tetap terjaga. Untuk mengungkap fakta secara objektif dan transparan, kedua pihak sepakat membentuk tim gabungan.

Tim tersebut terdiri atas personel Bidang Propam Polda NTT dan Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad) yang akan menyelidiki peristiwa tersebut secara profesional.

 

Update Situasi di TKP

Meski insiden terjadi, Henry menegaskan hal itu tidak akan merusak hubungan baik yang selama ini terjalin.

"Kapolda dan Pangdam sepakat bahwa ini adalah kesalahpahaman yang bersifat spontan. Hubungan persaudaraan dan sinergitas TNI-Polri di NTT tetap kuat," tegas Henry.

"Kami akan menyelesaikan masalah ini secara bijaksana agar tidak mengganggu tugas utama menjaga keamanan masyarakat dan wisatawan," lanjutnya.

Sementara itu, Kapolres Manggarai Barat bersama Dandim 1612/Manggarai Barat terus memantau situasi di lapangan.

Polda NTT mengimbau masyarakat dan wisatawan tetap tenang serta tidak mudah terpancing menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

"Kami pastikan situasi Labuan Bajo aman dan kondusif," pungkas Henry.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya