Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah melemah pada perdagangan saham sesi pertama, Kamis, (11/6/2026). Koreksi IHSG sesi pertama terjadi di tengah seluruh sektor saham yang tertekan.
Mengutip data RTI, IHSG sesi pertama ditutup turun 1,91% menjadi 5.789,39. Indeks saham LQ45 terpangkas 1,85% menjadi 578,59. Seluruh indeks saham acuan tertekan.
Advertisement
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, koreksi IHSG sudah terlihat pada pertengahan sesi pertama. Dari sisi sentimen, Herditya mengatakan, tekanan IHSG terjadi didorong rilis data inflasi Amerika Serikat pada Mei 2026 yang naik pada level 4,2% YoY dari posisi April 2026 sebesar 3,8%. Hal itu meningkatkan kekhawatiran investor akan sikap hawkish the Federal Reserve (the Fed) untuk menahan suku bunga acuannya.
Selain itu, gejolak geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat sehingga menyebabkan harga minyak mentah dunia kembali naik.
"Dari pasar global dan regional Asia mayoritas terkoreksi imbas dari sentimen-sentimen tersebut dan juga terdapat kemungkinan adanya aksi ambil untung setelah 2 hari berturut-turut mengalami penguatan yang cukup signifikan,” kata Herditya saat dihubungi Liputan6.com.
Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 6.010,48 dan level terendah 5.788,95. Sebanyak 500 saham melemah sehingga bebani IHSG. 185 saham menguat dan 128 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 1.530.107 kali dengan volume perdagangan saham 22,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp 12,7 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.951.
Seluruh sektor saham. Sektor saham basic melemah 6,27%, dan memimpin koreksi. Sektor saham energi terpangkas 3,17%, sektor saham industri turun 2,84%, sektor saham consumer nonsiklikal melemah 1,19%.
Selanjutnya, sektor saham consumer siklikal susut 1,69%, sektor saham kesehatan melemah 0,94%, sektor saham keuangan merosot 0,15%. Lalu sektor saham properti turun 1,17%, sektor saham teknologi tergelincir 0,05%, sektor saham infrastruktur melemah 2,45% dan sektor saham transportasi terpangkas 2,94%.
Gerak Saham
Di deretan saham LQ45, saham TLKM memimpin penguatan. Saham TLKM naik 3,56% menjadi Rp 2.910 per saham. Kemudian harga saham ISAT mendaki 1,93% menjadi Rp 1.850 per saham. Lalu saham MEDC menanjak 1,67% menjadi Rp 1.215 per saham. Saham UNVR melompat 1,25% menjadi Rp 1.620 per saham. Selanjutnya saham ASII menguat 0,85% menjadi Rp 4.740 per saham.
Sementara itu, saham HRTA memimpin koreksi. Harga saham HRTA melemah 14,18% menjadi Rp 1.785 per saham. Harga saham CUAN terpangkas 11,64% menjadi Rp 645 per saham. Saham BRPT terperosok 9,66% menjadi Rp 1.590 per saham dan saham INCO susut 6,59% menjadi Rp 4.250 per saham.