IHSG Diprediksi Menguat, Cermati Rekomendasi Saham 10 Juni 2026

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi naik terbatas pada perdagangan saham, Rabu, (10/6/2026). Berikut strategi rekomendasi sahamnya.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 10 Juni 2026, 07:01 WIB
Seorang pria melihat ponselnya di depan layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang anjlok signifikan selama pembukaan pasar, di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta pada Rabu 13 Mei 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Rabu, (10/6/2026). IHSG hari ini berpotensi ke 5.184-5.282 sebagai level koreksi. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melompat 7,57% ke 5.746 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatannya pun telah menutup area gap yang terjadi pada Selasa, 9 Juni 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana memprediksi, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [v] dari wave 5. Ia mengatakan untuk mencermati 5.184-5.282 sebagai area koreksi berikutnya. “Adapun area penguatan IHSG terdekat berada di 5.763-5.784,” kata Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.523,5.191 dan level resistance 5.846,6.065 pada perdagangan saham Rabu pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat teratas dengan level support dan level resistance 5.590-5.840. “Hati-hati, tensi geopolitik, mungkin membuat pasar terkoreksi hari ini,” demikian seperti dikutip.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET).

Rekomendasi Teknikal

1.PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) - Trading Buy

Saham BBNI menguat 8,64% ke 3.270 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi BBNI sedang berada pada bagian dari wave 5 dari wave (5),” ujar dia.

Trading Buy: 3.160-3.240

Target Price: 3.400, 3.470

Stoploss: below 3.120

 

2.PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) - Buy on Weakness

Saham CDIA menguat signifikan sebesar 17,80% ke 695 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi CDIA saat ini berada pada bagian dari wave (5) dari wave [C],” kata Herditya.

Buy on Weakness: 480-570

Target Price: 770, 850

Stoploss: below 426

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

Selasa (9/9/2025) pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ambruk 1,47% ke level 7.653,65. Pergerakan IHSG hari ini masih melanjutkan sentimen negatif pada sore kemarin, Senin (8/9/2025) yang ditutup turun 1,28%. (AP Photo/Tatan Syuflana)

3.PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) - Buy on Weakness

Saham HRTA menguat 10,08% ke 2.130 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Kami perkirakan, posisi HRTA saat ini berada di awal wave B dari wave (Y).

Buy on Weakness: 2.010-2.080

Target Price: 2.220, 2.400

Stoploss: below 1.990

 

4.PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) - Buy on Weakness

Saham INET menguat signifikan sebesar 16,56% ke 183 dan disertai dengan peningkatan volume pembelian. “Kami perkirakan, posisi INET saat ini berada pada bagian dari wave 5 dari wave (C),” kata Herditya.

Buy on Weakness: 124-165

Target Price: 214, 242

Stoploss: below 114

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 9 Juni 2026

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) perkasa jelang penutupan pada perdagangan saham Selasa, (9/6/2026). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan transaksi harian saham di atas Rp 27,4 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melonjak 7,57% menjadi 5.746,64. Indeks saham LQ45 melonjak 8,01% menjadi 569,32. Seluruh indeks saham acuan kompak menghijau.

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 5.746,64 dan level terendah 5.318,14. Sebanyak 678 saham menguat sehingga angkat IHSG. 89 saham melemah dan 48 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 2.707.858 kali dengan volume perdagangan saham 44,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 27,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 18.000.

Seluruh sektor saham kompak menghijau. Sektor saham energi naik 9,2%, sektor saham basic menanjak 9,97%, sektor saham industri bertambah 8,55%. Selain itu, sektor saham consumer nonsiklikal mendaki 5,6%, sektor saham siklikal bertambah 5,74%. Lalu sektor saham kesehatan naik 4,88%, sektor saham keuangan melompat 7,14%.

Selanjutnya sektor saham properti mendaki 2,36%, sektor saham teknologi melambung 3,15%, sektor saham infrastruktur menanjak 7,37% dan sektor saham transportasi melambung 7,38%.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya