Liputan6.com, Canberra - Sebuah iklan penjualan rumah di Australia memicu perdebatan di media sosial setelah agen properti menampilkan gambar hasil manipulasi kecerdasan buatan (AI) yang memperlihatkan kuda dan kandang di halaman belakang, meskipun kondisi asli properti tersebut tidak memiliki fasilitas tersebut.
Dilansir dari News.com.au pada Rabu (10/6/2026), iklan rumah di kawasan Riverhills, Brisbane, itu menampilkan gambar utama bernuansa pedesaan dengan beberapa kuda di balik pagar kayu. Namun, foto-foto lain dalam iklan yang sama memperlihatkan bahwa halaman belakang properti tersebut sebenarnya kosong tanpa kandang maupun hewan ternak.
Advertisement
Direktur Saba Estate Agents, Helen Saba, membenarkan penggunaan gambar yang dihasilkan AI tersebut. Ia menyebut pihaknya telah lebih dulu berkonsultasi dengan dewan setempat terkait kemungkinan pemeliharaan kuda di lokasi properti tersebut.
Menurut Saba, pihak dewan menyampaikan bahwa pemeliharaan kuda dimungkinkan dengan persyaratan dan persetujuan tertentu. Atas dasar itu, gambar dibuat untuk menggambarkan potensi gaya hidup yang dapat diwujudkan oleh calon pemilik rumah di masa depan.
“Tujuan gambar tersebut adalah untuk mengilustrasikan potensi peluang gaya hidup yang terkait dengan properti berdasarkan informasi yang telah kami peroleh, bukan untuk menyiratkan bahwa kuda saat ini dipelihara di lokasi tersebut atau bahwa persetujuan apa pun telah diberikan,” ujar Saba.
Meski demikian, iklan tersebut tidak mencantumkan keterangan bahwa gambar kuda dan kandang merupakan hasil rekayasa AI. Ketiadaan penjelasan tersebut memicu kritik publik karena dinilai berpotensi menyesatkan calon pembeli properti.
Kasus ini juga menambah daftar kontroversi penggunaan AI dalam iklan properti di Australia. Sebelumnya, agen properti Ray White Aspley di Queensland meminta maaf setelah menggunakan gambar buatan AI dalam salah satu materi promosinya.
CEO Ray White Aspley Group, Robert Green, mengakui bahwa penggunaan teknologi tersebut sempat menimbulkan kebingungan di masyarakat.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan dalam industri properti kini mendapat sorotan dari sejumlah pihak. Para ahli mengingatkan bahwa penggunaan visualisasi berbasis AI dapat mengaburkan batas antara kondisi nyata properti dan ilustrasi potensi pengembangan.
Karena itu, calon pembeli diimbau untuk tidak hanya mengandalkan foto dalam iklan daring, melainkan melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi properti sebelum mengambil keputusan pembelian.