Liputan6.com, Jakarta - Sejarah penetapan bulan muharram dalam kalender islam menjadi bagian penting dalam perjalanan peradaban Islam yang masih digunakan hingga saat ini. Kalender Hijriah tidak lahir begitu saja, melainkan melalui proses musyawarah para sahabat pada masa pemerintahan Umar bin Khattab untuk menjawab kebutuhan administrasi umat yang semakin berkembang.
Sejarah penetapan bulan muharram dalam kalender islam berawal ketika muncul persoalan surat-menyurat dan dokumen pemerintahan yang belum memiliki penanggalan yang jelas. Kondisi ini membuat banyak urusan administratif sulit dibedakan antara kejadian yang berlangsung tahun lalu, tahun berjalan, maupun tahun berikutnya.
Advertisement
Sebelum adanya kalender Hijriah, masyarakat Arab umumnya menandai waktu berdasarkan peristiwa-peristiwa besar yang dianggap penting. Sistem tersebut berlangsung turun-temurun dan belum memiliki standar yang sama untuk seluruh wilayah.
Beberapa peristiwa yang sering dijadikan patokan antara lain Tahun Gajah, pembangunan Ka'bah, Perang Fijar, hingga berbagai kejadian besar yang dikenal masyarakat Arab pada masa itu.
Awal Munculnya Gagasan Kalender Islam
Ketika wilayah Islam semakin luas pada masa Khalifah Umar bin Khattab, kebutuhan akan sistem administrasi yang rapi menjadi semakin mendesak. Surat-surat resmi mulai dikirim ke berbagai daerah yang berada di bawah pemerintahan Islam.
Salah satu riwayat menyebutkan Abu Musa Al-Asy'ari pernah mengirimkan surat kepada Umar bin Khattab terkait kebingungan terhadap dokumen yang tidak memiliki tanggal pasti. Masalah itu kemudian menjadi perhatian serius.
Umar menyadari bahwa jika persoalan tersebut dibiarkan, maka akan muncul banyak kesulitan dalam urusan pemerintahan, hukum, hingga administrasi keuangan negara.
Karena itu, Umar mengumpulkan para sahabat untuk membahas perlunya sistem penanggalan resmi yang dapat digunakan oleh seluruh umat Islam.
Musyawarah Para Sahabat Menentukan Awal Kalender
Dalam musyawarah tersebut, muncul berbagai usulan mengenai peristiwa apa yang layak dijadikan titik awal penanggalan Islam. Setiap usulan memiliki alasan yang kuat dan historis.
Sebagian sahabat mengusulkan tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai awal kalender. Ada pula yang mengusulkan masa turunnya wahyu pertama atau saat Nabi diangkat menjadi rasul.
Usulan lain adalah menjadikan tahun wafatnya Nabi Muhammad SAW sebagai awal penanggalan. Namun berbagai opsi itu masih menimbulkan perdebatan di kalangan peserta musyawarah.
Akhirnya muncul usulan dari Ali bin Abi Thalib agar peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah dijadikan dasar kalender Islam. Usulan tersebut mendapat dukungan luas.
Hijrah Dipilih sebagai Titik Awal Sejarah Islam
Peristiwa hijrah dianggap sebagai momentum besar yang mengubah perjalanan dakwah Islam. Dari peristiwa itulah umat Islam mulai membangun masyarakat yang lebih mandiri dan terorganisir.
Hijrah bukan sekadar perpindahan tempat tinggal. Hijrah menjadi simbol perubahan besar dari fase tekanan di Makkah menuju fase pembangunan peradaban di Madinah.
Karena alasan tersebut, Umar bin Khattab dan para sahabat akhirnya sepakat menjadikan hijrah sebagai titik awal kalender Islam yang kemudian dikenal sebagai kalender Hijriah.
Keputusan tersebut ditetapkan sekitar tahun ke-17 Hijriah atau beberapa tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.
Mengapa Muharram Dipilih Menjadi Bulan Pertama
Meskipun hijrah Nabi berlangsung pada bulan Rabiul Awal, bulan pertama kalender Islam justru ditetapkan Muharram. Keputusan ini juga lahir melalui pertimbangan para sahabat.
Dalam musyawarah, sempat muncul usulan agar Ramadhan menjadi awal tahun karena merupakan bulan yang sangat mulia. Namun usulan tersebut tidak menjadi pilihan akhir.
Sebagian sahabat berpendapat Muharram lebih tepat karena datang setelah musim haji selesai. Saat itu umat Islam baru saja menyelesaikan salah satu ibadah terbesar dalam Islam.
Muharram kemudian dianggap sebagai momen yang tepat untuk memulai lembaran baru kehidupan setelah menunaikan ibadah haji dan kembali dalam keadaan yang lebih bersih secara spiritual.
Penjelasan Ulama Tentang Muharram
Sejumlah ulama menjelaskan alasan ilmiah di balik penetapan Muharram sebagai awal tahun Islam. Salah satunya disampaikan Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari.
Menurut penjelasannya, tekad hijrah Nabi dan para sahabat sebenarnya mulai menguat setelah Baiat Aqabah yang terjadi pada bulan Dzulhijjah. Setelah itu datang bulan Muharram sebagai awal fase baru perjuangan.
Hilal pertama yang muncul setelah kesepakatan hijrah tersebut jatuh pada bulan Muharram. Karena itu, Muharram dipandang paling tepat menjadi gerbang awal kalender Hijriah.
Pendapat tersebut menjadi salah satu penjelasan yang banyak diterima dalam literatur sejarah Islam hingga sekarang.
Keutamaan Bulan Muharram dalam Islam
Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah SWT. Keempat bulan tersebut disebutkan dalam Al-Qur'an sebagai bulan yang memiliki kedudukan istimewa.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا
Latin: Inna 'iddata asy-syuhuri 'indallahi itsna 'asyara syahra.
Artinya: "Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah adalah dua belas bulan."
Selain menjadi awal tahun Hijriah, Muharram juga dikenal sebagai bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh.
Rasulullah SAW bahkan menyebut puasa paling utama setelah Ramadhan adalah puasa yang dilakukan pada bulan Muharram. Karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan bulan ini untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram juga memiliki nilai sejarah dan spiritual yang sangat besar dalam tradisi Islam.
Muharram akhirnya tidak hanya menjadi penanda pergantian tahun, tetapi juga momentum refleksi dan perbaikan diri bagi umat Islam di berbagai belahan dunia.
Hingga saat ini, kalender Hijriah tetap digunakan dalam berbagai aktivitas keagamaan seperti penentuan Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, dan pelaksanaan ibadah haji.
Perjalanan panjang lahirnya kalender Islam menunjukkan bahwa para sahabat tidak hanya memikirkan urusan ibadah, tetapi juga membangun sistem administrasi yang teratur dan berkelanjutan.
Karena itu, sejarah penetapan bulan muharram dalam kalender islam bukan sekadar kisah penanggalan, melainkan bagian penting dari pembangunan peradaban Islam yang terus hidup dan digunakan oleh umat Muslim hingga sekarang.
Pertanyaan Seputar Sejarah Penetapan Bulan Muharram
1. Siapa yang menetapkan kalender Hijriah pertama kali?Kalender Hijriah ditetapkan pada masa Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun ke-17 Hijriah setelah melalui musyawarah para sahabat.
2. Mengapa peristiwa hijrah dijadikan awal kalender Islam?Karena hijrah menjadi titik balik perkembangan Islam dari fase dakwah terbatas di Makkah menuju pembentukan masyarakat Islam di Madinah.
3. Mengapa Muharram menjadi bulan pertama kalender Hijriah?Muharram dipilih karena menjadi bulan pertama setelah musim haji dan dianggap sebagai awal fase baru setelah tekad hijrah terbentuk.
4. Apakah Nabi Muhammad SAW yang membuat kalender Hijriah?Tidak. Kalender Hijriah baru ditetapkan secara resmi pada masa Khalifah Umar bin Khattab setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.
5. Apa keistimewaan bulan Muharram dalam Islam?Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT dan menjadi waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, termasuk puasa Asyura.