IHSG Hari Ini Ditutup Melompat ke 5.746

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah kompak menguat pada perdagangan, Selasa, (9/6/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 09 Juni 2026, 16:22 WIB
Layar monitor menunjukkan pergerakan pasar saham di lantai Bursa Efek Indonesia. (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) perkasa jelang penutupan pada perdagangan saham Selasa, (9/6/2026). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan transaksi harian saham di atas Rp 27,4 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melonjak 7,57% menjadi 5.746,64. Indeks saham LQ45 melonjak 8,01% menjadi 569,32. Seluruh indeks saham acuan kompak menghijau.

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 5.746,64 dan level terendah 5.318,14. Sebanyak 678 saham menguat sehingga angkat IHSG. 89 saham melemah dan 48 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 2.707.858 kali dengan volume perdagangan saham 44,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 27,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 18.000.

Seluruh sektor saham kompak menghijau. Sektor saham energi naik 9,2%, sektor saham basic menanjak 9,97%, sektor saham industri bertambah 8,55%. Selain itu, sektor saham consumer nonsiklikal mendaki 5,6%, sektor saham siklikal bertambah 5,74%. Lalu sektor saham kesehatan naik 4,88%, sektor saham keuangan melompat 7,14%.

Selanjutnya sektor saham properti mendaki 2,36%, sektor saham teknologi melambung 3,15%, sektor saham infrastruktur menanjak 7,37% dan sektor saham transportasi melambung 7,38%.

Harga saham PTRO naik 21,97% menjadi Rp 4.220 per saham. Harga saham PTRO dibuka stagnan di Rp 3.460 per saham. Saham PTRO berada di level tertinggi Rp 4.300 dan terendah Rp 3.460 per saham. Total frekuensi perdagangan 40.564 kali dengan volume perdagangan saham 1.148.911 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 444,4 miliar.

Gerak Saham

Pekerja beraktivitas di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Sebelumnya, Indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus level 5.600 pada penutupan perdagangan pertama bulan ini, Senin (3/4/2017). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga saham BBRI melambung 7,72% menjadi Rp 2.790 per saham. Saham BBRI dibuka turun 50 poin menjadi Rp 2.540 per saham. Harga saham BBRI berada di level tertinggi Rp 2.800 dan terendah Rp 2.540 per saham. Total frekuensi perdagangan 99.818 kali dengan volume perdagangan saham 8.776.442 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 2,4 triliun.

Harga saham KIOS terbang 17,54% menjadi Rp 67 per saham. Saham KIOS dibuka stagnan di Rp 57 per saham. Harga saham KIOS berada di level tertinggi Rp 76 dan terendah Rp 56 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 3.901 kali dengan volume perdagangan saham 358.579 saham. Nilai transaksi harian Rp 2,5 miliar.

Harga saham PGEO naik 8,39% menjadi Rp 840 per saham. Saham PGEO dibuka stagnan di Rp 775 per saham. Harga saham PGEO berada di level tertinggi Rp 840 dan terendah Rp 770 per saham. Total frekuensi perdagangan 5.239 kali dengan volume perdagangan saham 239.728 saham. Nilai transaksi Rp 19,4 miliar.

Top Gainers-Losers

Layar monitor menunjukkan pergerakan pasar saham di lantai Bursa Efek Indonesia menjelang aktivitas perdagangan, Jakarta pada Senin 9 Februari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) balik ke level 8.000 pada penutupan perdagangan, Senin (9/2/2026). (BAY ISMOYO/AFP)

Saham-saham LQ45 yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham CUAN melonjak 21,09%
  • Saham BRPT melonjak 19,86%
  • Saham SCMA melonjak 16,20%
  • Saham AMRT melonjak 14,23%
  • Saham ANTM melonjak 13,83%

 

Saham-saham LQ45 yang masuk top losers antara lain:

  • Saham ITMG melemah 0,34%

 

Saham-saham LQ45 teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BBCA senilai Rp 3,9 triliun
  • Saham BBRI senilai Rp 2,3 triliun
  • Saham BMRI senilai Rp 1,9 triliun
  • Saham TLKM senilai Rp 952,5 miliar
  • Saham CUAN senilai Rp 861 miliar

 

Saham-saham LQ45 teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham BBCA tercatat 108.947 kali
  • Saham BBRI tercatat 99.813 kali
  • Saham CUAN tercatat 88.352 kali
  • Saham BUMI tercatat 79.240 kali
  • Saham BRPT tercatat 68.608 kali

Kata Analis

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Research Analyst Infoversta Kapital Advisori, Arjun Ajnawi menuturkan, kenaikan IHSG didorong pembahasan dan rencana buyback saham kapitalisasi besar seperti anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang direncanakan menjadi sentimen utama.

Dalam konferensi pers pada Selasa pagi, terdapat pembahasan antara DPR RI, Danantara Indonesia, Himbara, BPJS, serta asuransi BUMN soal rencana program buyback saham-saham bank Himbara.

"Rapat DPR sama Kementerian BUMN, Danantara, dan Himbara bersama berkoordinasi menjaga stabilitas saham-saham tersebut di tengah tekanan dan gejolak dari sentimen global maupun domestik," kata Arjun dikutip dari Antara.

Kemudian, pada perdagangan sesi II hari ini, Bank Indonesia (BI) mengumumkan kenaikan BI-Rate sebesar 25 bps ke level 5,50 persen, sebagai upaya memperkuat stabilitas kurs rupiah.

Langkah tersebut dinilai menegaskan prioritas kebijakan kembali ke penguatan nilai tukar dan jangkar inflasi, sekaligus meningkatkan daya tarik aliran dana portofolio ke Indonesia.

Selain itu, kenaikan indeks ditopang oleh saham-saham sektor komoditas seiring dengan pemerintah yang memastikan tidak ada mekanisme gross split dalam skema ekspor.

Kekhawatiran pasar bahwa eksportir wajib menyerahkan sebagian hasil ekspor ke perantara negara mulai mereda, yang mana risiko gangguan ke arus kas eksportir berkurang.

Di sisi lain, Arjun mengingatkan, penguatan signifikan IHSG pada perdagangan hari ini, akan memunculkan potensi profit taking (ambil untung) dari pelaku pasar, khususnya untuk perdagangan Rabu, 9 Juni 2026.

"Karena cukup kuat hari ini berpotensi profit taking," kata Arjun.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya