Chelsea Disarankan Bajak Target Manchester United

Andy Townsend mendesak Chelsea merekrut Adam Wharton pada bursa transfer musim panas. Gelandang Crystal Palace itu dinilai cocok menjadi masa depan lini tengah

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 09 Juni 2026, 09:53 WIB
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, memberikan instruksi saat timnya berhadapan dengan Real Sociedad pada pekan 4 Liga Spanyol 2025/2026, Sabtu (13/9/2025) malam WIB. (ANDER GILLENEA / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Andy Townsend mendorong Chelsea untuk bergerak mendatangkan Adam Wharton yang juga menjadi incaran Manchester United. Menurut mantan gelandang The Blues itu, pemain Crystal Palace tersebut bisa menjadi bagian penting dalam proyek baru Xabi Alonso.

Alonso akan mulai bekerja sebagai pelatih Chelsea pada Juli mendatang setelah menandatangani kontrak berdurasi empat tahun. Pria berusia 44 tahun itu ditunjuk menggantikan Liam Rosenior yang hanya bertahan 106 hari.

Chelsea menjalani musim yang mengecewakan setelah finis di posisi ke-10 Premier League. Mereka juga gagal lolos ke Liga Champions dan tidak meraih satu pun trofi.

Situasi itu membuat Alonso diperkirakan akan melakukan sejumlah perubahan dalam skuad. Selain mendatangkan pemain baru, beberapa nama yang dianggap tidak masuk rencana juga berpotensi dilepas.


Adam Wharton Dinilai Bisa Jadi Masa Depan Chelsea

Gelandang Nottingham Forest asal Skotlandia #08, Elliot Anderson, melanggar gelandang Crystal Palace asal Inggris #20, Adam Wharton, dalam pertandingan Premier League Inggris antara Crystal Palace dan Nottingham Forest di Selhurst Park, London selatan, pada 24 Agustus 2025. (Ben STANSALL/AFP)

Wharton menjadi salah satu gelandang yang menarik perhatian setelah tampil impresif bersama Crystal Palace. Performa konsistennya membuat sejumlah klub besar mulai memantau situasinya.

Manchester United termasuk tim yang dikabarkan tertarik memboyong pemain Timnas Inggris tersebut. Namun, Townsend menilai Chelsea harus berada di barisan terdepan untuk mendapatkan tanda tangannya.

"Saya bisa membayangkan duet Moises Caicedo dan Adam Wharton menjadi masa depan lini tengah Chelsea," ujar Townsend.

"Jika itu cara yang ingin diterapkan Xabi Alonso, baik dengan formasi 4-2-3-1 maupun 3-4-3, saya benar-benar bisa melihat kombinasi itu berjalan dengan sangat baik," lanjut Townsend.


Townsend Bandingkan Wharton dengan Michael Carrick

Penyerang Everton asal Senegal #10, Iliman Ndiaye (kiri), berebut bola dengan gelandang Crystal Palace asal Inggris #20, Adam Wharton (kanan), dalam pertandingan Premier League antara Everton dan Crystal Palace di Stadion Hill Dickinson, Liverpool, Inggris barat laut, pada 5 Oktober 2025. (Darren Staples/AFP)

Townsend melihat banyak kesamaan antara gaya bermain Wharton dan legenda Manchester United, Michael Carrick. Ia menilai kemampuan membaca permainan menjadi salah satu keunggulan utama sang gelandang.

Menurutnya, Wharton memiliki ketenangan yang jarang dimiliki pemain seusianya. Kemampuan itu membuatnya selalu tampak memiliki waktu lebih banyak saat menguasai bola.

"Saya pikir Adam Wharton adalah pemain yang sangat berkelas. Dia mengingatkan saya kepada Michael Carrick, cara Carrick bermain di Manchester United, dia selalu terlihat memiliki sedikit waktu lebih banyak saat menguasai bola," kata Townsend.

"Dia bukan pemain tercepat dan Anda mungkin berpikir lawan bisa dengan mudah menekannya, tetapi itu jarang terjadi. Saya rasa Adam Wharton memiliki karakteristik yang serupa," imbuh Townsend.

Lanjut Baca:

Townsend juga memuji kecerdasan bermain Wharton yang dinilainya berada di level tinggi. Gelandang berusia 21 tahun itu disebut selalu memiliki gambaran jelas mengenai langkah berikutnya saat menerima bola. Ia menilai kegagalan masuk skuad Inggris bisa menjadi motivasi tambahan bagi Wharton untuk mencari tantangan baru. Kesuksesan Crystal Palace musim lalu juga dianggap sebagai momen yang tepat untuk mempertimbangkan kepindahan. "Setiap kali saya melihatnya bermain, dia seolah selalu sudah menyiapkan umpan berikutnya. Begitu bola datang kepadanya, dia sudah tahu apa yang akan dilakukan," tutur Townsend. "Gagal masuk skuad Inggris mungkin bisa menjadi dorongan baginya untuk merasa sudah saatnya melangkah ke level berikutnya. Palace baru saja menikmati kesuksesan dan setelah itu, kepindahan akan sangat masuk akal," tambah Townsend.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya