Dana Belum Cair, Distribusi MBG di Beberapa Sekolah Batam Terhenti Sementara

Informasi yang diterima pihak sekolah, bukan programnya dihentikan, tetapi hari ini tidak ada pendistribusian karena ada keterlambatan pencairan dana.

oleh Ajang NurdinDiterbitkan 08 Juni 2026, 12:58 WIB
Siswa SMP Negeri 12 Batam berkumpul saat jam istirahat, program MBG sementara dihentikan. (Liputan6.com/Ajang Nurdin)

Liputan6.com, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Batam mengalami penghentian sementara pada Senin (8/6/2026). Penyebabnya diduga karena keterlambatan pencairan dana.

Meski demikian, program unggulan pemerintah tersebut masih tetap berjalan di beberapa sekolah lain yang dilayani oleh dapur penyedia berbeda.

Informasi penghentian sementara diterima oleh SMP Negeri 12 Batam. Ketua MBG SMPN 12 Batam, Kumala Sari mengatakan pihak sekolah memperoleh pemberitahuan distribusi makanan tidak dilakukan pada hari ini karena dana operasional belum dicairkan.

"Informasi yang kami terima bukan programnya dihentikan, tetapi hari ini tidak ada pendistribusian karena ada keterlambatan pencairan dana," kata Kemala Sari di SMP 12 Legenda Malaka, Senin (8/6/2026).

Pemberitahuan itu diterima sekolah melalui pesan WhatsApp. Hingga kini belum ada kepastian sampai kapan penghentian sementara itu berlangsung.

"Yang disampaikan kepada kami hanya untuk hari Senin ini saja. Untuk sampai kapan belum ada informasi," ujarnya.

Di SMPN 12 Batam, program MBG selama ini menyasar lebih dari 1.100 siswa. Namun pada Senin ini, hanya sekitar 300 siswa kelas VIII yang mengikuti kegiatan sekolah karena sebagian siswa lainnya tengah menjalani agenda ujian.

Keterlambatan pencairan dana tersebut memunculkan kekhawatiran dari kalangan orang tua siswa. Ketua Komite SMPN 12 Batam sekaligus wali murid, Syahril berharap pemerintah dapat menjamin kesinambungan pendanaan program agar operasional penyedia makanan tidak terganggu.

"Kalau satu atau dua bulan mungkin masih bisa ditanggung oleh penyedia. Tapi kalau berlarut-larut tentu akan sulit. Karena itu anggaran harus dipastikan tersedia dan berkelanjutan," katanya.

Menurut Syahril, keberlangsungan MBG sangat bergantung pada kepastian pembayaran kepada pihak penyedia makanan. Jika dana tersendat, maka pelayanan kepada ribuan siswa berpotensi terganggu.

Siswa SMP Negeri 43 Batam masih mendapatkan program MBG meski sebagian sekolah lainnya mengalami penghentian sementara. (Liputan6.com/Ajang Nurdin)

Sebagian Sekolah Masih Dapat MBG

Sementara itu, berbeda denga sekolah SMPN 43 Kota Batam penghentian distribusi MBG ternyata tidak terjadi di seluruh sekolah di Batam. Kepala SMP Negeri 43 Batam, Revi Jelita, mengatakan program MBG di sekolahnya masih berjalan normal dan belum ada pemberitahuan penghentian sementara.

"Belum ada imbauan atau arahan untuk dihentikan sementara. Sampai hari ini MBG di SMP 43 masih berjalan seperti biasa," kata Revi.

Dia menduga perbedaan kondisi tersebut berkaitan dengan dapur penyedia makanan yang melayani masing-masing sekolah.

"Kalau di SMP 43 masih berjalan. Kemungkinan karena dapurnya berbeda dengan yang melayani sekolah lain," ujarnya.

Revi mengaku tidak mendapatkan himbauan terkait pemberhentian pendistribusian MBG sementra baik menurut surat resmi mapping lewat What Shap.

" Saya sudah mendengar isu tentang adanya pendistribusian MBG sementara, kita tanya langsung ke pihak dapur SPPG, tidak ada. Bahkan sampai hari ini masih berjalan, " Tutur Revi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) belum memberikan penjelasan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya