Cawapres Golkar Tergantung Gus Dur

Partai Golkar masih harus menunggu calon wakil presiden yang akan mendampingi Wiranto hingga 8 Mei mendatang. Dewan Pimpinan Daerah Golkar meminta Solahuddin Wahid diprioritaskan menjadi cawapres dari Golkar.

oleh Liputan6Diterbitkan 06 Mei 2004, 02:19 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Partai Golongan Karya hingga Rabu (5/5) malam, ini belum dapat mengumumkan nama calon wakil presiden yang akan mendampingi calon presiden hasil konvensi, Wiranto. Keterlambatan pengumuman cawapres terjadi karena Partai Beringin masih harus menunggu hasil pertemuan antara Kiai Haji Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dengan Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan, 8 Mei mendatang.

Secara resmi Golkar telah meminang Solahuddin Wahid atau Gus Solah, adik Gus Dur untuk mendampingi Wiranto. Gus Solah menerima pinangan tersebut, namun masih menunggu restu Gus Dur. Sementara Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa itu belum dapat memberikan restu karena dirinya masih menunggu pertemuan dengan Bagir Manan untuk membicarakan judicial review atas surat keputusan Komisi Pemilihan Umum soal penjabaran syarat sehat jasmani dan rohani bagi capres. Pertemuan itu menjadi sangat penting karena akan menentukan langkah Gus Dur dalam bursa pencalonan presiden [baca: Gus Dur: Keputusan MA Belum Final]].

Menurut Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Akbar Tandjung, pihaknya mempunyai cawapres alternatif bila Gus Dur tidak memberikan dukungan kepada Gus Solah. Cawapres tersebut di antaranya dari Partai Persatuan Pembangunan atau dari kalangan Golkar sendiri.

Akbar juga menjelaskan, Dewan Pimpinan Daerah Golkar memberikan mandat kepada DPP Golkar untuk memutuskan nama cawapres. Namun, mereka memberikan batas, agar cawapres terpilih paling lambat diumumkan 10 Mei mendatang. DPD Golkar juga menurut Akbar, meminta Gus Solah diprioritaskan menjadi cawapres yang akan mendampingi Wiranto.

Sementara itu, para pengurus PKB menggelar pertemuan dengan sejumlah pengurus dari Partai Persatuan Pembangunan. Pertemuan itu sebagai lanjutan dari silaturahmi sebelumnya antara Tim Sembilan PKB dan Tim Lima PPP di kediaman Wakil Ketua Dewan Pengurus Pusat PKB Muhaimin Iskandar, Senin silam [baca: Khofifah: Kader NU Menjadi Rebutan] .

Muhaimin menjelaskan, pertemuan malam ini membicarakan tentang konsep koalisi yang bersih dan reformis. Pertemuan juga membicarakan tentang capres-capres alternatif. Menurut dia, pembicaraan soal capres ini belum terlambat karena masih mempunyai waktu hingga 10 Mei mendatang.

Utusan PPP Arif Mudatsir membenarkan tujuan pertemuan itu. Pembicaraan memang seputar konsep koalisi yang bersih dan reformis. Konsep itu dibicarakan dalam tim kecil dan nantinya akan dibawa ke pertemuan antara Tim Sembilan PKB dan Tim Lima PPP. Bila konsep itu disetujui menurut Arif, selanjutnya akan ditawarkan ke partai-partai lain.(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya