Liputan6.com, Kobuleti: Pembangkang Adzhara menghancurkan tiga jembatan utama yang menghubungkan provinsi tersebut dengan sejumlah wilayah di Georgia, Ahad (2/5). Lalu lintas terputus menyusul insiden tersebut. Aslan Abashidze, pemimpin kaum pembangkang Adzhara, menyebut penghancuran sejumlah jembatan di perbatasan Kobuleti itu sebagai langkah untuk mencegah kemungkinan militer Georgia menyerbu Adzhara.
Abashidze menuding pemerintah Georgia telah menempatkan sejumlah satuan militer beberapa kilometer dari perbatasan Provinsi Adzhara. Bahkan, dia menambahkan, rencana invasi itu sudah tersebar luas.
Saat ini, militer Georgia memang tengah menggelar latihan yang melibatkan 2.000 personel. Setelah manuver mliter yang disebut-sebut sebagai yang terbesar dalam sejarah Georgia itu, pasukan akan ditempatkan di perbatasan Adzhara. Presiden Georgia Mikhail Saakashvili sempat meninjau latihan militer tersebut. Tak lama kemudian Saakashvili bergegas ke Tbilisi untuk mengadakan pembicaraan dengan pihak keamanan Georgia. Pertemuan tersebut akan memutuskan langkah tertentu yang bakal diambil terhadap pembangkang Adzhara [baca: Provinsi Adzharia di Georgia Membangkang].(SID/Yoh)
Abashidze menuding pemerintah Georgia telah menempatkan sejumlah satuan militer beberapa kilometer dari perbatasan Provinsi Adzhara. Bahkan, dia menambahkan, rencana invasi itu sudah tersebar luas.
Saat ini, militer Georgia memang tengah menggelar latihan yang melibatkan 2.000 personel. Setelah manuver mliter yang disebut-sebut sebagai yang terbesar dalam sejarah Georgia itu, pasukan akan ditempatkan di perbatasan Adzhara. Presiden Georgia Mikhail Saakashvili sempat meninjau latihan militer tersebut. Tak lama kemudian Saakashvili bergegas ke Tbilisi untuk mengadakan pembicaraan dengan pihak keamanan Georgia. Pertemuan tersebut akan memutuskan langkah tertentu yang bakal diambil terhadap pembangkang Adzhara [baca: Provinsi Adzharia di Georgia Membangkang].(SID/Yoh)