Pupuk SP-36 Menghilang di Lampung

Pupuk yang diperlukan untuk merangsang padi sehingga menguatkan batang dan merangsang produktivitas buliran padi ini menghilang sejak sebulan terakhir. Para petani khawatir produksi padi menurun.

oleh Liputan6Diterbitkan 29 April 2004, 08:57 WIB
Liputan6.com, Bandar Lampung: Menjelang musim tanam, pupuk SP-36 menghilang di berbagai kawasan di Lampung, baru-baru ini. Kondisi tersebut cukup meresahkan para petani di Lampung. Sebab, pupuk jenis ini sangat diperlukan untuk merangsang padi sehingga menguatkan batang dan merangsang produktivitas buliran padi. Jika keadaan ini dibiarkan berlarut-larut, para petani khawatir tidak dapat menikmati hasil panen pada musim tanam pada tahun ini.

Di beberapa pengecer, pupuk SP-36 masih bisa ditemui. Namun harganya meningkat Rp 5.000 dari Rp 55.000 per sak. Beberapa agen dan pengecer mengatakan kelangkaan pupuk terjadi selama satu bulan terakhir. Ini disebabkan kelambanan distribusi dari pabrik produsen pupuk ke tingkat pengecer.

Di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, persediaan pupuk juga menipis menjelang masa tanam musim kemarau. Kelangkaan pupuk disebabkan tersendatnya pasokan dari pabrik PT Pusri di Palembang, Sumatra Selatan [[baca: Pupuk Langka di Cirebon].(TNA/Bisrie Merduani)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya