Drama di Balik Perpisahan Juventus dan Dusan Vlahovic

Dusan Vlahovic dipastikan angkat kaki dari Juventus pada musim panas 2026 usai drama negosiasi alot. Inilah alasan dan deretan klub elite peminatnya.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 05 Juni 2026, 01:43 WIB
Dusan Vlahovic merayakan gol pertama Juventus dalam laga Serie A antara Juventus dan Udinese di Turin, Italia, Rabu, 29 Oktober 2025. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Kebersamaan Dusan Vlahovic dengan Juventus dipastikan akan segera berakhir pada bursa transfer musim panas 2026 ini. Keputusan besar tersebut mengakhiri berbagai spekulasi mengenai masa depan sang penyerang di kompetisi kasta tertinggi Italia.

Kepastian ini mencuat setelah pihak klub dan perwakilan pemain gagal mencapai kesepakatan baru dalam negosiasi perpanjangan kontrak. Situasi pelik tersebut akhirnya memaksa sang pemain untuk bersiap angkat kaki dengan status bebas transfer dari Allianz Stadium.

Kepergian striker internasional Serbia ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan petinggi manajemen Bianconeri. Mereka kini harus memutar otak mencari solusi cepat demi menambal kekosongan lini serang menjelang musim baru bergulir.

Publik pencinta sepak bola saat ini menanti ke mana arah langkah selanjutnya yang akan diambil oleh mantan bintang Fiorentina tersebut. Sederet drama sengit di balik layar ternyata turut mewarnai proses perpisahan yang cukup mengejutkan banyak pihak ini.


Drama Perpisahan Dipicu Kalimat Provokatif Vlahovic

Dusan Vlahovic (Juventus) merayakan gol pembuka dalam laga Serie A di Genoa, Italia, 31 Agustus 2025. (Tano Pecoraro/LaPresse via AP)

Perselisihan sengit di meja negosiasi ternyata dipicu oleh perbandingan gaji yang membuat manajemen klub merasa sangat tersinggung. Masalah utama berpusat pada nilai kontrak rekan duetnya di lini depan, Jonathan David, yang dijadikan sebagai tolak ukur dasar.

Juventus sendiri saat ini sedang menerapkan strategi penghematan biaya ketat dengan membatasi nilai gaji para penggawanya hingga batas tujuh juta euro. Pihak manajemen awalnya mengusulkan kesepakatan baru senilai enam juta euro ditambah bonus yang menyamai paket penawaran milik David.

Kesenjangan ekspektasi finansial ini membuat pembicaraan berjalan alot karena sang penyerang bersikeras menuntut bayaran bersih sebesar delapan juta euro beserta insentif. Amarah para petinggi Juve akhirnya semakin memuncak ketika mendengar gaya komunikasi sang pemain yang dinilai kurang etis saat negosiasi berlangsung.

Direktur Juventus, Giorgio Chiellini, secara resmi mengonfirmasi malam itu bahwa pembicaraan antara kedua belah pihak akhirnya telah gagal total. Keretakan hubungan ini rupanya bermula ketika Vlahovic membuka negosiasi dengan pertanyaan provokatif: "Mengapa saya harus mendapatkan gaji sebanyak David?" ucapnya, seperti dilansir Tuttosport, via Goal.


Deretan Klub Top Antre Tanda Tangan Vlahovic

Dusan Vlahovic dari Juventus merayakan gol yang mengubah skor jadi 2-0 dalam pertandingan Serie A antara Juventus dan Udinese di Allianz Stadium, Minggu, 18 Mei 2025. (Spada/LaPresse via AP)

Kegagalan negosiasi dramatis di Turin membuat sejumlah klub papan atas Eropa kini mulai mengambil langkah pendekatan agresif. Napoli sebenarnya telah bekerja keras di balik layar untuk mengamankan tanda tangan penyerang haus gol berusia 26 tahun tersebut.

Lanjut Baca:

Sayangnya kubu Partenopei kemungkinan besar akan mundur perlahan karena mereka kini telah mencapai batas maksimal kemampuan finansial klub. Kondisi ini memberikan peluang emas bagi tim-tim kaya raya dari negara lain yang sedang berburu ujung tombak andalan baru di bursa transfer. Atletico Madrid, Bayern Munchen, dan Chelsea memiliki kekuatan finansial yang sangat mumpuni untuk memenangkan perang penawaran sengit ini. Harapan besar bahkan muncul di Stamford Bridge untuk bisa segera mengamankan jasa sang penyerang berkaki kiri tersebut dengan status bebas transfer. Selain itu, raksasa Spanyol Barcelona serta klub Liga Inggris seperti Newcastle United dan Manchester United juga ikut memantau secara intensif. Mereka semua siap bersaing memperebutkan pemain berkualitas yang sukses mencetak 68 gol dalam 168 penampilannya sejak bergabung dengan Juventus pada musim dingin 2022 lalu. (Goal)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya