Kronologi Penangkapan Dr Hendy Siagian

Satu per satu dokter yang terjerat kasus dugaan malapraktik dijebloskan ke penjara. Yang terakhir dr Hendy Siagian yang ditangkap di Bekasi.

oleh Melly Febrida diperbarui 06 Des 2013, 13:36 WIB
Satu per satu dokter yang terjerat kasus dugaan malapraktik dijebloskan ke penjara. Penangkapan dimulai dr Dewa Ayu Sasiary SpOG (ditangkap 8 November 2013), dr. Hendry Simanjuntak SpOG (ditangkap 23 November 2013), dan yang terakhir dr Hendy Siagian SpOG (ditangkap 5 Desember 2013).

"Sudah (ditangkap) kemarin. Sekarang sudah di Manado," kata Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Dr Nurdadi Saleh, SpOG, saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (6/12/2013).

Berikut kronologi penangkapan dr Hendy Siagian:

10 April 2010

Korban, Julia Fransiska Makatey (25) merupakan wanita yang sedang hamil anak keduanya. Ia masuk ke RS Dr Kandau Manado atas rujukan puskesmas. Pada waktu itu, ia didiagnosis sudah dalam tahap persalinan pembukaan dua.

Namun setelah delapan jam masuk tahap persalinan, tidak ada kemajuan dan justru malah muncul tanda-tanda gawat janin, sehingga ketika itu diputuskan untuk dilakukan operasi caesar darurat.

"Saat itu terlihat tanda tanda gawat janin, terjadi mekonium atau bayi mengeluarkan feses saat persalinan sehingga diputuskan melakukan bedah sesar," ujarnya.

Tapi yang terjadi menurut dr Nurdadi, pada waktu sayatan pertama dimulai, pasien mengeluarkan darah yang berwarna kehitaman. Dokter menyatakan, itu adalah tanda bahwa pasien kurang oksigen.

"Tapi setelah itu bayi berhasil dikeluarkan, namun pasca operasi kondisi pasien semakin memburuk dan sekitar 20 menit kemudian, ia dinyatakan meninggal dunia," ungkap Nurdadi, seperti ditulis Senin (18/11/2013).

15 September 2011

Atas kasus ini, tim dokter yang terdiri atas dr Ayu, dr Hendi Siagian dan dr Hendry Simanjuntak, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) hukuman 10 bulan penjara karena laporan malpraktik keluarga korban. Namun Pengadilan Negeri (PN) Manado menyatakan ketiga terdakwa tidak bersalah dan bebas murni.

"Dari hasil otopsi ditemukan bahwa sebab kematiannya adalah karena adanya emboli udara, sehingga mengganggu peredaran darah yang sebelumnya tidak diketahui oleh dokter. Emboli udara atau gelembung udara ini ada pada bilik kanan jantung pasien. Dengan bukti ini PN Manado memutuskan bebas murni," tutur dr Nurdadi.

Tapi ternyata kasus ini masih bergulir karena jaksa mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung yang kemudian dikabulkan.

18 September 2012

Dr. Dewa Ayu, dr Hendry Simanjuntak, dan dr Hendy Siagian akhirnya masuk daftar pencarian orang (DPO).

11 Februari 2013

Keberatan atas keputusan tersebut, PB POGI melayangkan surat ke Mahkamah Agung dan dinyatakan akan diajukan upaya Peninjauan Kembali (PK).

Dalam surat keberatan tersebut, POGI menyatakan bahwa putusan PN Manado menyebutkan ketiga terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan kalau ketiga dokter tidak bersalah melakukan tindak pidana. Sementara itu, Majelis Kehormatan dan Etika Profesi Kedokteran (MKEK) menyatakan tidak ditemukan adanya kesalahan atau kelalaian para terdakwa dalam melakukan operasi pada pasien.

5 Desember 2013

dr Hendy Siagian ditangkap di rumah saudaranya di Bekasi, Jawa Barat. Saat penangkapan pihak Kejaksaan Agung tak memborgol tangan dokter tersebut. Kini dr Hendy sudah ditahan. Pada Jumat pukul 01.00 WIB, dr Hendy terbang ke Manado dan tiba pukul 06.00 Wita.

(Mel/*)

Baca Juga:

`Dosa-dosa` Dokter Ayu, Dokter Hendry & Dokter Hendy di Mata MA

Inilah Kronologi Kasus Penangkapan Dokter Ayu

Kronologi Penangkapan dr. Hendry Simanjuntak

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya