Hingga April 2026, Realisasi Luas Panen Padi Nasional Capai 4,51 Juta Hektare

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 03 Juni 2026, 14:55 WIB
Hingga April 2026, Realisasi Luas Panen Padi Nasional Capai 4,51 Juta Hektare
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi luas panen padi nasional pada April 2026 sebesar 1,40 juta hektare. Angka ini turun 0,26 juta hektare atau 15,47 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 1,65 juta hektare. Penurunan luas panen berimbas pada produksi padi, baik dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) maupun Gabah Kering Giling (GKG), yang menjadi dasar penghitungan produksi beras. Sebagai informasi, produksi padi dalam bentuk GKP pada April 2026 mencapai 9,13 juta ton. Realisasi ini turun 1,76 juta ton atau 16,15 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 10,88 juta ton. Dalam bentuk GKG, produksi padi pada April 2026 tercatat 7,63 juta ton. Jumlah tersebut berkurang 1,46 juta ton atau 16,03 persen dibandingkan April tahun lalu yang mencapai 9,09 juta ton. Meski mengalami penurunan, secara kumulatif sepanjang periode Januari–April 2026 realisasi luas panen padi nasional mencapai 4,51 juta hektare, atau tumbuh tipis 0,43% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Seorang petani menanam bibit padi di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu 3 Juni 2026. (JUNI KRISWANTO/AFP)
Seorang petani menanam bibit padi di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu 3 Juni 2026. (JUNI KRISWANTO/AFP)
Petani menanam bibit padi di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu 3 Juni 2026. (JUNI KRISWANTO/AFP)
Seorang petani menarik seikat bibit padi untuk ditanam di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu 3 Juni 2026. (JUNI KRISWANTO/AFP)
Petani membajak sawah dengan traktor sebelum menanam bibit padi di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu 3 Juni 2026. (JUNI KRISWANTO/AFP)
Petani menanam bibit padi di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu 3 Juni 2026. (JUNI KRISWANTO/AFP)
Seorang petani menanam bibit padi di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu 3 Juni 2026. (JUNI KRISWANTO/AFP)
Petani menanam bibit padi di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu 3 Juni 2026. (JUNI KRISWANTO/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya