Demo Ketua RT RW di DPRD Kota Sukabumi Berakhir Vandalisme

Suasana berubah menjadi tidak terkendali saat massa merasa tuntutan mereka tidak segera direspons.

oleh Fira SyahrinDiterbitkan 02 Juni 2026, 23:40 WIB
Aksi vandalisme mewarnai demonstrasi Ketua RT dan RW di DPRD Sukabumi. (Liputan6.com/Fira Syahrin)

Liputan6.com, Jakarta - Demonstrasi yang digelar Forum Komunikasi RT/RW se-Kota Sukabumi di depan gedung DPRD Kota Sukabumi berakhir dengan aksi vandalisme, Selasa (2/6/2026). Massa yang menuntut para anggota DPRD Kota Sukabumi segera menggulirkan hak angket untuk menurunkan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, meluapkan kemarahan mereka dengan melakukan perusakan sejumlah bagian gedung.

Aksi semula berjalan tertib, massa menunggu para anggota DPRD membubuhkan tanda tangan persetujuan hak angket. Suasana berubah menjadi tidak terkendali saat massa merasa tuntutan mereka tidak segera direspons.

Koordinator Lapangan Arif Rahman Arifin menyebut tindakan perusakan tersebut merupakan luapan rasa frustrasi dari masyarakat yang aspirasinya merasa digantung anggota dewan.

"Ini bentuk kekecewaan masyarakat kota yang tergabung dalam organisasi kemasyarakatan dan lembaga masyarakat," ungkap Arif, Selasa (2/6/2026) malam.

Menurut Arif, emosi massa tersulut karena proses pemenuhan syarat hak angket berjalan lambat di tingkat legislatif. Pihaknya mengaku masih terus melakukan lobi politik agar kuorum segera terpenuhi.

"Kita sampai saat ini tinggal menunggu dua fraksi lagi. Keinginan masyarakat kota adalah agar kuorum hak angket itu terpenuhi," tegas Arif.

Terpisah, Sekretaris DPRD (Sekwan) Kota Sukabumi, Asep Koswara memastikan untuk saat ini belum mengambil langkah hukum terkait adanya perusakan.

"Kalau sampai hari ini belum ya, karena saya harus berkonsultasi apakah nanti akan diproses hukum atau diselesaikan internal, saya mengikuti perintah pimpinan," jelasnya.

Asep juga meluruskan bahwa minimnya anggota dewan yang hadir bukan kesengajaan, melainkan bagian dari rencana pengamanan yang disepakati bersama kepolisian, dengan hanya menghadirkan unsur pimpinan dan ketua fraksi.

Ia pun membantah rumor adanya rapat tertutup dengan Ayep Zaki. "Itu pertemuan untuk bersiap menyambut dan menerima demonstran, jadi bukan rapat tertutup," tambahnya.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya