Liputan6.com, Denpasar: Ratusan karyawan dan nasabah menyerbu Kantor Pusat Bank Dagang Bali (BDB) di Denpasar, Bali, Senin (12/4). Mereka datang ke kantor bank yang berlokasi di Jalan Gadjah Mada sejak pukul 07.00 WITA.
Para nasabah umumnya mengkhawatirkan nasib tabungan dan jaminan yang mereka agunkan di bank tersebut. Mereka merasa belum memperoleh penjelasan langsung dari pihak manajemen meski sudah mendapat informasi dari surat edaran Bank Indonesia.
Sedangkan para karyawan mengaku resah terkait besarnya uang pesangon. Mereka juga belum mendapatkan informasi dari manajemen mengenai kepastian pembagian pesangon itu. Saat berbincang-bincang dengan SCTV, para karyawan termasuk yang senior pun sebelumnya tak mengetahui bank mereka tempat bekerja akan dilikuidasi.
Kondisi yang sama juga terlihat di Kantor Pusat Bank Asiatic di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Bank yang satu paket dilikuidasi dengan BDB ini juga dinilai BI tidak layak lagi beroperasi karena kondisi keuangannya tidak sehat. Para nasabah yang datang untuk meminta kepastian tentang nasib simpanan mereka hanya mendapat penjelasan dari karyawan dan petugas satpam.
Berdasarkan surat edaran BI, dana milik masyarakat di Bank Asiatic dan BDB memang telah dijamin pemerintah melalui Program Pelaksanaan Penjaminan Pemerintah. Para nasabah akan mendapatkan semua uangnya di kedua bank tersebut sepekan setelah verifikasi yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) selesai [baca: Dana Nasabah di Bank Asiatic-BDB Dijamin Pemerintah].
Siang tadi, di Kantor Bank Asiatic tengah berlangsung rapat antara pihak karyawan, manajemen, dan pemilik bank Eddie Tong. Fokus pembahasan pertemuan adalah soal pemutusan hubungan kerja dan pesangon.(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)
Para nasabah umumnya mengkhawatirkan nasib tabungan dan jaminan yang mereka agunkan di bank tersebut. Mereka merasa belum memperoleh penjelasan langsung dari pihak manajemen meski sudah mendapat informasi dari surat edaran Bank Indonesia.
Sedangkan para karyawan mengaku resah terkait besarnya uang pesangon. Mereka juga belum mendapatkan informasi dari manajemen mengenai kepastian pembagian pesangon itu. Saat berbincang-bincang dengan SCTV, para karyawan termasuk yang senior pun sebelumnya tak mengetahui bank mereka tempat bekerja akan dilikuidasi.
Kondisi yang sama juga terlihat di Kantor Pusat Bank Asiatic di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Bank yang satu paket dilikuidasi dengan BDB ini juga dinilai BI tidak layak lagi beroperasi karena kondisi keuangannya tidak sehat. Para nasabah yang datang untuk meminta kepastian tentang nasib simpanan mereka hanya mendapat penjelasan dari karyawan dan petugas satpam.
Berdasarkan surat edaran BI, dana milik masyarakat di Bank Asiatic dan BDB memang telah dijamin pemerintah melalui Program Pelaksanaan Penjaminan Pemerintah. Para nasabah akan mendapatkan semua uangnya di kedua bank tersebut sepekan setelah verifikasi yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) selesai [baca: Dana Nasabah di Bank Asiatic-BDB Dijamin Pemerintah].
Siang tadi, di Kantor Bank Asiatic tengah berlangsung rapat antara pihak karyawan, manajemen, dan pemilik bank Eddie Tong. Fokus pembahasan pertemuan adalah soal pemutusan hubungan kerja dan pesangon.(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)