Liputan6.com, Baghdad: Kerusuhan kembali terjadi di Al-Shula, Baghdad, Irak, pada Senin (5/4). Kerusuhan kali ini dipicu keluarnya surat penangkapan terhadap Imam Syiah Irak Muqtada Al Sadr oleh seorang hakim Irak. Pendukung al Sadr terlibat bentrokan dengan pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat yang sedang berpatroli. Sehari sebelumnya, juga pecah bentrokan yang menewaskan 52 warga syiah, delapan tentara AS, serta seorang tentara El Salvador menyusul penangkapan pembantu senior al Sadr, Mustafa al Yacoubi [baca: Bentrok dengan Warga, Tujuh Tentara AS Tewas].
Perintah penangkapan itu dikeluarkan karena hakim Irak dan pasukan koalisi menuduh al Sadr terlibat pembunuhan Imam Syiah Ayatolah Abdul Majid al Khoei di Masjid Imam Ali di Kota Najaf April tahun silam. Ia baru saja kembali ke Najaf dari tempat pengasingannya setelah pasukan koalisi mengambil alih Irak pascaperang. Dalam peristiwa penikaman itu seorang pembantu al Khoei juga tewas.
Ada berbagai versi tentang pembunuhan al Khoei, ada yang mengatakan dia berada di pihak pasukan pendudukan. Ketika dibunuh di Najaf, ia sedang berupaya membantu Amerika Serikat mengendalikan kota yang berlokasi 160 kilometer sebelah selatan Baghdad itu.
Sejumlah ulama Irak menuding kelompok Syiah yang lain sebagai dalang pembunuhan tersebut. Kelompok yang dituduh itu adalah kelompok pimpinan Muqtada al Sadr. Sementara itu Muqtada al Sadr diamankan di sebuah masjid di Kota Kufa, sebelah selatan Baghdad, dan dikawal oleh para pendukungnya.(TOZ/Nlg)
Perintah penangkapan itu dikeluarkan karena hakim Irak dan pasukan koalisi menuduh al Sadr terlibat pembunuhan Imam Syiah Ayatolah Abdul Majid al Khoei di Masjid Imam Ali di Kota Najaf April tahun silam. Ia baru saja kembali ke Najaf dari tempat pengasingannya setelah pasukan koalisi mengambil alih Irak pascaperang. Dalam peristiwa penikaman itu seorang pembantu al Khoei juga tewas.
Ada berbagai versi tentang pembunuhan al Khoei, ada yang mengatakan dia berada di pihak pasukan pendudukan. Ketika dibunuh di Najaf, ia sedang berupaya membantu Amerika Serikat mengendalikan kota yang berlokasi 160 kilometer sebelah selatan Baghdad itu.
Sejumlah ulama Irak menuding kelompok Syiah yang lain sebagai dalang pembunuhan tersebut. Kelompok yang dituduh itu adalah kelompok pimpinan Muqtada al Sadr. Sementara itu Muqtada al Sadr diamankan di sebuah masjid di Kota Kufa, sebelah selatan Baghdad, dan dikawal oleh para pendukungnya.(TOZ/Nlg)