Liputan6.com, Jakarta - Kabar duka datang dari mantan Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu. Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu wafat pada Minggu (31/5/2026) hari ini di RSPAD Gatot Soebroto.
Kepergian Ryamizard meninggalkan duka mendalam di kalangan militer. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai salah satu perwira tinggi yang menempuh pendidikan di Lembah Tidar, Akademi Militer, bersama sejumlah tokoh, termasuk Presiden Prabowo Subianto.
Advertisement
Di Lembah Tidar itulah Ryamizard menjalani masa-masa pembentukan karakter sebagai taruna. Kebersamaan dengan rekan seangkatannya, termasuk Prabowo, menjadi bagian dari perjalanan hidup yang kerap ia kenang.
Dalam sebuah kesempatan, Ryamizard pernah mengenang kebersamaannya dengan Prabowo saat masih menjadi taruna.
"Prabowo Ini kawan saya, dulu waktu taruna sama-sama satu kompi, sama-sama dihukum. Kadang-kadang sama-sama manjat tiang listrik karena tidak bisa Sapta marga," bebernya dulu.
Ryamizard mengakui, masa pendidikan militer di Akabri dipenuhi berbagai pengalaman yang membentuk kedisiplinan mereka, meski juga diwarnai kenakalan khas taruna saat itu.
"Dua tahun sama-sama satu kompi. Kebetulan kompi saya dengan Pak Prabowo nakal-nakal. Jadi kita sudah tahu lah. Isi isi, sesama bis kota dilarang menyalip hahah," canda Ryamizard saat itu.
Kedekatan keduanya tidak berhenti di masa pendidikan. Ryamizard dan Prabowo juga sama-sama meniti karier di lingkungan militer dan beberapa kali berada dalam satu lintasan penugasan yang sama.
"Saya sangat bangga dengan beliau ini. Beliau Kasbrig, saya mengikuti langkahnya. Beliau Pangkostrad saya mengikuti langkahnya juga. Jadi banyak kesamaan kesamaan," kenang Ryamizard.
Kebersamaan itu kini menjadi bagian dari jejak panjang perjalanan dua perwira yang sama-sama tumbuh dalam satu generasi, sebelum akhirnya menempati posisi penting dalam sejarah militer Indonesia.
Profil Ryamizard Ryacudu
Diketahui, Ryamizard Ryacudu merupakan purnawirawan jenderal TNI yang cukup diperhitungkan di dunia militer. Kecerdasan serta ketangkasannya menjadi perwira TNI membuat sosoknya beberapa kali menjabat posisi mentereng. Bahkan usai tak lagi bertugas, Ryamizard dipanggil Joko Widodo (Jokowi) untuk mengabdi menjadi Menteri Pertahanan dengan masa tugas hingga 2019 silam.
Sejak kecil, rupanya Ryamizard sudah menunjukkan ketertarikannya pada dunia militer.
Dalam biografi yang diterbitkan oleh Dinas Sejarah Angkatan Darat, disebutkan Ryamizard terinspirasi oleh Mahapatih Gajah Mada yang berhasil menyatukan Nusantara.
Selain itu, perjuangan ayahnya dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia semakin menguatkan keinginannya untuk bergabung dengan TNI.
Setelah lulus dari SMA Negeri 7 Jakarta ia melanjutkan pendidikannya ke Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) dan lulus pada 1974 silam, Ryamizard langsung ditugaskan sebagai Komandan Peleton Kodam XII/Tanjungpura hingga beberapa posisi komandan di satuan lainnya.
Selain itu, beberapa jabatan mentereng yang pernah didudukinya yakni sebagai berikut.
1. Panglima Divif 2/Kostrad (15 Maret 1998)
2. Kepala Staf Kostrad (15 Juni 1998)
3. Pangdam V/Brawijaya (14 Januari 1999–4 November 1999)
4. Pangdam Jaya/Jayakarta (4 November 1999–1 Agustus 2000)
5. Pangkostrad (1 Agustus 2000–4 Juni 2002)
6. Kepala Staf Angkatan Darat (2002-2005)