Liputan6.com, Buergenstock: Pemerintah Yunani dan Turki memulai lagi pembicaraan penyatuan Siprus di Buergenstock, Swiss, baru-baru ini. Pembicaraan itu dihadiri sejumlah pejabat tinggi dan dibuka oleh perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Alvaro de Soto. Rencana keamanan Yunani-Turki merupakan bagian penting dari upaya penyatuan kembali Siprus sebelum masuk Uni Eropa pada 1 Mei 2004.
Berdasarkan kesepakatan yang dibuat di New York, Amerika Serikat, kedua pihak akan kembali melalui pemungutan suara pada 22 Maret 2004. Jika gagal, perundingan akan kembali dilaksanakan akhir Maret. Tapi, jika kembali gagal PBB akan mengambil alih dan mengadakan referendum. Namun, jika hingga 1 Mei Siprus masih terbagi dua, Undang-undang Uni Eropa dan segala kemudahan lainnya hanya akan dinikmati Siprus Yunani [baca: Pembicaraan Penyatuan Siprus Dilanjutkan].
Yunani diketahui menginginkan jumlah tentaranya dikurangi di Siprus. Sementara Siprus Turki justru menginginkan jumlah tentaranya tidak diganggu gugat. Selama ini, Yunani mengirimkan sekitar 2.000 orang dari 12.500 tentaranya. Sedangkan tentara pendukung Turki diperkirakan berjumlah 35 ribu orang. Berdasarkan aliansi 1960, Yunani dan Turki merupakan negara penjamin Siprus, kedua negara tersebut berhak mempertahankan tentara mereka di pulau itu.(DNP/Yoh)
Berdasarkan kesepakatan yang dibuat di New York, Amerika Serikat, kedua pihak akan kembali melalui pemungutan suara pada 22 Maret 2004. Jika gagal, perundingan akan kembali dilaksanakan akhir Maret. Tapi, jika kembali gagal PBB akan mengambil alih dan mengadakan referendum. Namun, jika hingga 1 Mei Siprus masih terbagi dua, Undang-undang Uni Eropa dan segala kemudahan lainnya hanya akan dinikmati Siprus Yunani [baca: Pembicaraan Penyatuan Siprus Dilanjutkan].
Yunani diketahui menginginkan jumlah tentaranya dikurangi di Siprus. Sementara Siprus Turki justru menginginkan jumlah tentaranya tidak diganggu gugat. Selama ini, Yunani mengirimkan sekitar 2.000 orang dari 12.500 tentaranya. Sedangkan tentara pendukung Turki diperkirakan berjumlah 35 ribu orang. Berdasarkan aliansi 1960, Yunani dan Turki merupakan negara penjamin Siprus, kedua negara tersebut berhak mempertahankan tentara mereka di pulau itu.(DNP/Yoh)