Liputan6.com, Jakarta: Pasien demam berdarah dengue (DBD) di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta Timur, terus bertambah walau jumlahnya tak begitu signifikan. Ahad (21/3), rumah sakit ini menerima 12 penderita DBD baru, sebagian besar orang dewasa. Kini di RS Persahabatan ada 122 pasien yang dirawat karena DBD.
Kondisi sebagian besar pasien sudah membaik. Seorang perawat di bagian administrasi mengatakan, pertambahan jumlah pasien karena ada libur akhir pekan yang panjang, sehingga tak ada penderita yang dipulangkan meski sudah sembuh. Dia menjelaskan, semua pasien DBD juga dibebaskan dari seluruh biaya pengobatan.
Sementara di RS Umum Daerah Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat, jumlah pasien DBD berkurang. Sekarang RSUD Gunung Jati tinggal merawat tiga penderita DBD. Jumlah ini jauh berkurang bila dibanding bulan kemarin yang mencapai 54 pasien. Ruang perawatan yang tadinya terlihat sesak kini sudah tampak kosong.
Sejumlah tempat tidur tambahan yang sebelumnya sempat memenuhi lorong-lorong RSUD Gunung Jati juga telah dikembalikan ke ruang semula [baca: Pasien Demam Berdarah di Cirebon Bertambah]. Menurut dokter di rumah sakit itu, penurunan jumlah pasien terkait dengan berkurangnya curah hujan serta maraknya pembasmian sarang nyamuk.
Di Bengkulu, warga mengintensifkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk. Soalnya wabah yang sudah meminta tiga korban ini masih menjadi ancaman di 11 kelurahan, antara lain di Kelurahan Pasar Pantai, Kebun Keling, Malabero, Penggantungan, dan Pasar Minggu. Sedangkan Dinas Kesehatan setempat memperkirakan puncak penyebaran DBD di Bengkulu terjadi April mendatang [baca: Warga Bengkulu Memberantas Sarang Nyamuk].(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)
Kondisi sebagian besar pasien sudah membaik. Seorang perawat di bagian administrasi mengatakan, pertambahan jumlah pasien karena ada libur akhir pekan yang panjang, sehingga tak ada penderita yang dipulangkan meski sudah sembuh. Dia menjelaskan, semua pasien DBD juga dibebaskan dari seluruh biaya pengobatan.
Sementara di RS Umum Daerah Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat, jumlah pasien DBD berkurang. Sekarang RSUD Gunung Jati tinggal merawat tiga penderita DBD. Jumlah ini jauh berkurang bila dibanding bulan kemarin yang mencapai 54 pasien. Ruang perawatan yang tadinya terlihat sesak kini sudah tampak kosong.
Sejumlah tempat tidur tambahan yang sebelumnya sempat memenuhi lorong-lorong RSUD Gunung Jati juga telah dikembalikan ke ruang semula [baca: Pasien Demam Berdarah di Cirebon Bertambah]. Menurut dokter di rumah sakit itu, penurunan jumlah pasien terkait dengan berkurangnya curah hujan serta maraknya pembasmian sarang nyamuk.
Di Bengkulu, warga mengintensifkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk. Soalnya wabah yang sudah meminta tiga korban ini masih menjadi ancaman di 11 kelurahan, antara lain di Kelurahan Pasar Pantai, Kebun Keling, Malabero, Penggantungan, dan Pasar Minggu. Sedangkan Dinas Kesehatan setempat memperkirakan puncak penyebaran DBD di Bengkulu terjadi April mendatang [baca: Warga Bengkulu Memberantas Sarang Nyamuk].(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)