Unjuk rasa menuntut Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah turun dari jabatannya terus terjadi. Bahkan akibat demonstrasi mahasiswa, Ratu Atut batal menghadiri peringatan 1 Abad Pendiri Matlaul Anwar di Pandeglang, Banten.
Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, kericuhan sempat terjadi akibat para mahasiswa mendesak masuk ke lokasi acara peringatan di Kampus Universitas Mathlaul Anwar, Sabtu (9/11/2013).
Pada saat bersamaan, mahasiswa dalam orasinya mendesak Atut mundur dari jabatannya sebagai Gubernur Banten karena terindikasi korupsi dan memperkaya diri sendiri beserta dinasti kekuasannya.
Mahasiswa juga mendesak Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie untuk mencopot dukungannya pada Atut yang juga kader Partai Golkar. Tetapi Aburizal menyatakan tetap mempertahankan Atut sampai ada tindakan hukum yang lebih jelas.
"Saya yakin orang tidak akan terbius dengan berita-berita yang menghakimi Ibu Atut. Bagi Partai Golkar, orang tidak boleh dihakimi oleh media," ujarnya.
Tak hanya mahasiswa, sebelumnya Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung juga meminta Aburizal Bakrie alias Ical mengambil langkah tegas terhadap Ketua DPP Partai Golkar bidang Pemberdayaan Perempuan itu.
Alasannya, Gubernur Banten itu saat ini tengah berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap. Selain itu, Atut juga tengah digoyang masyarakat Banten dalam sejumlah unjuk rasa yang menuntutnya untuk mundur.
Akbar khawatir, bila tidak diambil langkah tegas terhadap Atut, kasus yang menyeret keluarga Gubernur Banten tersebut bisa berdampak pada Golkar sendiri. Mengingat Banten adalah basis politik dari Beringin. (Ado/Sss)
Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, kericuhan sempat terjadi akibat para mahasiswa mendesak masuk ke lokasi acara peringatan di Kampus Universitas Mathlaul Anwar, Sabtu (9/11/2013).
Pada saat bersamaan, mahasiswa dalam orasinya mendesak Atut mundur dari jabatannya sebagai Gubernur Banten karena terindikasi korupsi dan memperkaya diri sendiri beserta dinasti kekuasannya.
Mahasiswa juga mendesak Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie untuk mencopot dukungannya pada Atut yang juga kader Partai Golkar. Tetapi Aburizal menyatakan tetap mempertahankan Atut sampai ada tindakan hukum yang lebih jelas.
"Saya yakin orang tidak akan terbius dengan berita-berita yang menghakimi Ibu Atut. Bagi Partai Golkar, orang tidak boleh dihakimi oleh media," ujarnya.
Tak hanya mahasiswa, sebelumnya Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung juga meminta Aburizal Bakrie alias Ical mengambil langkah tegas terhadap Ketua DPP Partai Golkar bidang Pemberdayaan Perempuan itu.
Alasannya, Gubernur Banten itu saat ini tengah berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap. Selain itu, Atut juga tengah digoyang masyarakat Banten dalam sejumlah unjuk rasa yang menuntutnya untuk mundur.
Akbar khawatir, bila tidak diambil langkah tegas terhadap Atut, kasus yang menyeret keluarga Gubernur Banten tersebut bisa berdampak pada Golkar sendiri. Mengingat Banten adalah basis politik dari Beringin. (Ado/Sss)