Blackhouse Seven Support Musisi Lokal

Komunitas musik ini hadir dan siap mewadahi musisi lokal minoritas di genre RnB, jazz, electronic, soul & hiphop dengan pendekatan kejujuran

oleh Aditia SaputraDiterbitkan 08 November 2013, 20:10 WIB
Bagi Anda yang memiliki grup band atau penyanyi namun tak memiliki cara untuk mempromosikannya, Blackhouse Seven adalah solusinya. Komunitas musik ini hadir dan siap mewadahi musisi lokal minoritas di genre RnB, jazz, electronic, soul dan hiphop dengan pendekatan kejujuran bermusik.

"Disini kita sebagai media support bagi musisi lokal yang mengangkat karya mereka yang kurang diterima di industri musik saat ini. Jadi kami ini adalah gerakan bawah tanah, untuk musisi R&B, jazz, Hip-Hop, elektronik dan soul," kata Sakti Maulana yang juga kordinator Blackhouse Seven di Blackhouse, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (07/11/2013).

Nantinya, komunitas ini akan membantu musisi yang gagal masuk major label lantaran idealisme dalam bermusik.

"Di sini kami bantu karya-karya yang tidak diterima di major label. Terutama yang menggunakan lirik bahasa inggris," lanjut Sakti.

Dalam Black House Seven sendiri tergabung 30 musisi lokal di antaranya Renita, Andezzz, Matthew Sayersz, Bayu Risa, Radhini, Soulvibe, Art of Tree, Rock N Roll Mafia, Grace Sahertian, Jemima, Imela Kei, Teza Sumendra, Abdul & Coffee Theory, Amanda and Friends, Stereocase, LaidThisNight, Homogenic, Millane Fernandez, Yura, Kyriz Boogieman, Suddenly September, Aimee Saras, Lloyd Popp, Ifa Fachir, Febrian, Drew, Incircle, Dimi dan Talia Subandrio.

Sakti Cs berharap bisa membawa perubahan dan kemajuan bagi musik di Tanah Air. Blackhouse Seven pun sudah menyiapkan program bagi musisi dalam hal promosi, videoklip dan konser tahunan.

"Kami masih membutuhkan banyak bantuan dari berbagai pihak yang menginginkan musik Indonesia lebih maju. Semoga kami bisa menjadi super positif untuk musik Indonesia," pungkasnya.(Adt)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya