Pertamina Drilling Gaet Halliburton Bidik Proyek Migas di Irak

Manajemen Pertamina Drilling mengatakan, kolaborasi dengan Drilling menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas bisnis.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 28 Mei 2026, 19:03 WIB
(Pertamina)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) dan PT Halliburton Indonesia sepakat memperkuat kolaborasi bisnis jasa pengeboran migas (minyak dan gas bumi). Termasuk memperluas ekspansi bisnis di luar negeri, semisal di Timur Tengah, khususnya Irak

Dalam nota kesepahaman yang diteken, kedua perusahaan bakal memperkuat kolaborasi pengembangan bisnis jasa penunjang pengeboran migas, geothermal, maupun migas non konvensional.

Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita mengatakan, kolaborasi dengan Halliburton menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas bisnis onshore dan offshore rig services di pasar global.

"Kerja sama ini menunjukkan komitmen Pertamina Drilling untuk terus memperkuat kapabilitas dan memperluas ekspansi bisnis internasional. Kami melihat peluang besar dalam pengembangan proyek migas, geothermal, maupun migas nonkonvensional, termasuk potensi kerja sama di kawasan Timur Tengah," ujarnya, Kamis (28/5/2026).

Menurut dia, sinergi dengan Halliburton juga diharapkan dapat mendorong transfer teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta memperkuat daya saing industri jasa pengeboran nasional.

Ruang lingkup kerja sama antara Pertamina Drilling dan Halliburton Indonesia mencakup berbagai layanan penunjang industri energi. Antara lain, rig services, project management, fracturing services, drilling bits, directional drilling, measurement while drilling (MWD).

Kemudian, logging while drilling (LWD), wireline dan tubing conveyed perforating services, drill stem test dan surface well test services, drilling fluids services, liner hanger, cementing services, wellhead equipment and services, hingga H2S, fishing dan coring services.

Potensi Kerja Sama di Irak 

Kedua perusahaan juga membahas potensi kerja sama pada proyek West Qurna Block di Irak. Halliburton membuka peluang pembahasan lebih lanjut terhadap sejumlah layanan yang berpotensi didukung Pertamina Drilling, meliputi fishing services, centrifuge services, coring services, dan casing running services.

Pertamina Drilling juga menyampaikan kesiapan mendukung kebutuhan operasional Halliburton melalui penyediaan layanan, personel, dan dukungan teknis sesuai kebutuhan proyek. 

Kedua perusahaan sepakat melanjutkan pembahasan lebih rinci terkait ruang lingkup pekerjaan, kebutuhan teknis, skema komersial, hingga mekanisme kerja sama untuk proyek di Irak.

 

Jajaki Peluang Proyek Internasional

Pertamina dan Halliburton menjajaki sejumlah inisiatif kerja sama untuk meningkatkan sektor hulu minyak dan gas bumi. (Foto: Pertamina)

Presiden Direktur Halliburton Indonesia, Ankush Bhalla mengatakan, pihaknya menyambut positif penguatan kerja sama dengan Pertamina Drilling, terutama dalam menjajaki peluang proyek internasional.

"Kami melihat Pertamina Drilling memiliki pengalaman dan kapabilitas yang dapat mendukung kebutuhan operasional Halliburton, termasuk untuk proyek-proyek strategis di luar negeri. Kami berharap kolaborasi ini dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan," kata Ankush.

 

PGN dan Pertamina Drilling Pakai Teknologi Ini untuk Pengeboran Minyak

Pertamina berhasil melakukan tajak sumur perdana eksplorasi di Lapangan Duri Blok Rokan menggunakan teknologi Unconventional Drilling. (Dok Pertamina)

Sebelumnya, PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) dan PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) saling bekerjasama menerapkan teknologi dual fuel pada operasi pengeboran minyak.

Kerjasama ini sebagai upaya cost optimization, sekaligus penurunan emisi karbon melalui penggunaan bahan bakar gas (BBG) pada engine yang menghasilkan listrik di anjungan pengeboran minyak.

PGN Gagas dan Pertamina Drilling mengimplementasikan teknologi Dynamic Gas Blending System (DGBS) dalam operasi pengeboran.

Selama ini operasional pengeboran minyak dan gas hanya mengandalkan bahan bakar minyak. Dengan penerapan teknologi DGBS, operasional pengeboran minyak dapat menggunakan, sehingga operasional menjadi lebih fleksibel dan hemat energi.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar sekaligus mengurangi emisi karbon hingga 30%.

Direktur Utama PGN Gagas Santiaji Gunawan menambahkan, efisiensi dan penurunan emisi karbon pada proses pengeboran ini akan memberikan kontribusi positif pada upaya pemenuhan energi nasional.

Evaluasi dilakukan berkelanjutan untuk memastikan bahwa skema teknologi ini dapat diimplementasikan di area operasi lain, sehingga dampak positif cost optimization semakin meluas.

“Kami mendukung target Pemerintah dalam mencapai Net Zero Emission melalui pemanfaatan gas bumi untuk proyek-proyek di lingkungan Pertamina Group. Efisiensi dan penurunan emisi karbon pada proses pengeboran juga akan memberikan kontribusi positif pada transisi energi nasional,” jelas Santiaji.

 

Teknologi DGBS

Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita menjelaskan Pertamina Drilling terus mengembangkan program inisiatif penurunan emisi untuk memaksimalkan peran dalam pencapaian penurunan emisi karbon nasional, salah satunya adalah teknologi DGBS.

"Pertamina Drilling berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada aspek bisnis, tetapi juga pada kelestarian lingkungan,” jelas dia.

Teknologi DGBS perdana diimplementasikan pada Jumat, 28 Februari 2025 di Mundu, Indramayu, Jawa Barat. Implementasi ini dihadiri langsung oleh Direktur Operasi dan Komersial PGN Gagas Baskara Agung Wibawa serta Direktur Operasi Pertamina Drilling Aziz Muslim.

Komunikasi Intens

Komunikasi intens antara PGN Gagas dan PDSI terjalin sejak bulan Februari 2023. PGN Gagas telah menyiapkan beberapa infrastruktur untuk sinergi tersebut.

“Kami menyiapkan pasokan gas yang diambil dari SPBG Purwakarta. Selanjutnya gas diproses sebagai bahan bakar engine di operasi pengeboran,” ujar Baskara.

“Penerapan teknologi DGBS sejalan dengan upaya kami dalam melakukan cost optimization di sektor pengeboran. Penggunaan gas bumi dapat menekan biaya operasional sekaligus menurunkan emisi karbon, sehingga biaya operasiona lebih ekonomis dan berkelanjutan,” terang Aziz.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya