Pencetakan Surat Suara Diminta Tepat Waktu

Semua keperluan logistik pemilu, termasuk surat suara sudah harus siap selambat-lambatnya Senin 15 Maret, pekan depan. KPU belum melaporkan kesulitan menyelesaikan pencetakan kertas surat suara.

oleh Liputan6Diterbitkan 08 Maret 2004, 20:16 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah tidak akan memundurkan batas waktu penyiapan keperluan logistik pemilihan umum. Artinya, semua keperluan logistik pemilu, termasuk surat suara sudah harus siap selambat-lambatnya Senin 15 Maret, pekan depan. Pasalnya, pemerintah menginginkan pemilu berlangsung tepat waktu. "Presiden [Megawati Sukarnoputri] sudah mengatakan [pemilu] tidak boleh ditunda," tegas Wakil Presiden Hamzah Haz di Jakarta, Senin (8/3).

Wapres mengatakan, hingga saat ini, Presiden belum menerima keluhan dari Komisi Pemilihan Umum perihal kesulitan menyelesaikan pencetakan surat suara. Diharapkan jika ada kesulitan, segera dibicarakan bersama [baca: Tenggat Cetak Surat Suara DPRD Belum Disepakati]. Pemerintah juga tetap percaya KPU mampu menyelenggarakan Pemilu 2004. "Tapi bagaimana pun, KPU musti lapor dulu ke presiden," tegas Hamzah.

Berdasarkan data yang dihimpun Liputan6.com, Presiden Megawati memang telah memastikan Pemilu 2004 akan berlangsung tepat waktu. Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu mengatakan, Pemilu 2004 sangat strategis untuk bisa menghasilkan pemerintahan yang baru. Pemilu 2004 adalah kegiatan besar lima tahunan yang memang sudah diagendakan, sehingga harus berjalan dengan tepat waktu dan baik.

Presiden juga mengungkapkan bahwa Pemilu 2004 berbeda dengan pemilu sebelumnya karena selain memilih anggota legislatif, juga memilih anggota Dewan Perwakilan Daerah dan memilih secara langsung presiden dan wakil presiden. Untuk itu, Megawati yakin rakyat telah siap untuk melakukannya.

Persoalan yang menyangkut kesiapan logistik pemilu seperti surat suara memang masih menjadi masalah serius. Khususnya perihal pendistribusian ke sejumlah wilayah di Tanah Air. Sebagai contoh, meski seharusnya mendapat prioritas pengiriman logistik pemilu, beberapa pulau terpencil di Kalimantan dan Sumatra hingga kini mengaku belum menerima bilik dan kotak suara. Buntutnya, KPU daerah setempat baru-baru ini meminta KPU Pusat segera mengirimkan logistik pemilu tersebut. Alasannya, distribusi seluruh logistik membutuhkan waktu hingga dua minggu.

Salah satu daerah terpencil di Provinsi Kalimantan Selatan adalah Pulau Sembilan yang terletak di wilayah Kabupaten Kotabaru. Pulau paling ujung timur Kalsel ini sangat sulit dijangkau dengan transportasi laut. Untuk menuju pulau ini membutuhkan waktu dua hari perjalanan dalam keadaan normal.

Meski mendapat prioritas hingga hari ini, logistik pemilu baik berupa bilik maupun kotak suara belum diterima. Musyawarah Pimpinan Daerah Tingkat II Kalsel mengunjungi pulau yang dikenal dengan hasil telur penyu dan ikan ini sangat terkejut. Mereka mendapati daerah ini belum menerima logistik pemilu. Untuk mengantisipasinya, pemerintah daerah setempat berjanji menyiapkan helikopter untuk mengangkut logistik pemilu tersebut.

Kondisi yang sama juga dialami Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat. Hingga kini, wilayah tersebut masih kekurangan 600 bilik dan kotak suara untuk empat pulau terpencil. KPU Kepulauan Mentawai menyatakan, untuk mendistribusikan logistik pemilu ke daerah tersebut membutuhkan waktu dua minggu. Karena itu, sebagai antisipasinya KPUD Sumbar menyiapkan kotak suara pemilu 1999. Namun sayangnya KPU Sumbar mengaku tidak memiliki dana untuk mengirimkannya.

Keluhan senada juga dilontarkan belasan Dati II di wilayah Papua, Kalimantan, dan Sumut yang belum mendapat kotak suara [baca: KPU Dituduh Menggelembungkan Anggaran Tender Kertas Suara]. KPU diminta segera mengirimkan kotak suara, karena banyak wilayah di daerah pedalaman, yang hanya bisa dijangkau transportasi air dan jalan darat.(DEN/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya