Chery Siapkan Mobil Listrik Mini, Targetnya Pasar Jepang

Langkah ini menjadi bagian dari strategi agresif Chery, dalam memperluas pasar kendaraan listrik global, khususnya di Jepang

oleh Septian PamungkasDiterbitkan 28 Mei 2026, 13:34 WIB
Chery siap meramaikan pasar Kei Car Jepang lewat brand Emta. (Carnewschina)

Liputan6.com, Jakarta - Chery dikabarkan tengah menyiapkan mobil listrik mungil alias kei car untuk pasar Jepang. Model anyar ini nantinya akan dipasarkan melalui merek baru bernama Emta dan diproyeksikan menjadi rival langsung BYD Racco yang lebih dulu mencuri perhatian di segmen kendaraan kompak Negeri Sakura.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi agresif produsen otomotif asal Tiongkok tersebut, dalam memperluas pasar kendaraan listrik global, khususnya di Jepang yang dikenal sebagai “rumah” bagi mobil kei car.

Proyek pengembangan mobil listrik mungil tersebut dijalankan lewat perusahaan patungan bernama Electric Mobility Technologies (EMT). Joint venture ini melibatkan sejumlah perusahaan besar seperti Chery, Jiangsu Yueda Automobile Group, Autobacs Seven, Gotion, hingga Anest.

Mobil pertama dari merek Emta dijadwalkan meluncur di Jepang pada 2027. Kendaraan tersebut hadir dalam format kei car lima pintu dengan desain boxy atau mengotak yang identik dengan mobil perkotaan Jepang.

Secara tampilan, mobil ini disebut-sebut memiliki kemiripan dengan Chery QQ Ice Cream yang saat ini sudah dipasarkan di pasar domestik China.

Sebagai informasi, kei car merupakan segmen kendaraan mungil yang sangat populer di Jepang. Mobil jenis ini dikenal memiliki dimensi ringkas, efisiensi tinggi, serta biaya kepemilikan yang relatif lebih murah dibanding mobil konvensional.

Tak heran, segmen kei car mampu menyumbang sekitar sepertiga total pasar otomotif Jepang.

Emta sendiri akan memanfaatkan berbagai teknologi milik Chery, mulai dari platform kendaraan, sistem penggerak listrik, hingga fitur bantuan berkendara modern.

Sementara untuk pasokan baterai, perusahaan menggandeng Gotion sebagai pemasok utama.

Produksi kendaraan bakal dilakukan di fasilitas Yancheng, China, yang sebelumnya digunakan untuk memproduksi kendaraan Kia dan HiPhi.

Menariknya, desain dan konsep produk Emta dikembangkan oleh tim Jepang yang memiliki pengalaman bekerja di Honda dan Mazda.

Kei car listrik pertama Emta diketahui memiliki panjang sekitar 3,4 meter dan lebar 1,48 meter. Ukuran tersebut sudah sesuai dengan regulasi kendaraan kei car di Jepang.

Meski hadir dalam dimensi kecil, pihak perusahaan mengklaim mobil ini tetap menawarkan standar keselamatan setara kendaraan berukuran lebih besar.

 

Informasi Spesifikasi Masih Terbatas

Sayangnya, hingga kini spesifikasi lengkap, kapasitas baterai, hingga harga jual resmi masih belum diumumkan.

Namun, mobil listrik mungil tersebut diperkirakan bakal bersaing ketat dengan BYD Racco yang saat ini dipasarkan di kisaran 2,5 juta yen atau sekitar Rp 280 jutaan.

Sebelumnya, BYD telah memperkenalkan Racco sebagai kei EV pertama mereka khusus untuk pasar Jepang.

Mobil listrik mungil tersebut hadir dengan desain boxy, pintu geser belakang, serta jarak tempuh sekitar 180 km dalam sekali pengisian daya.

Persaingan antara Chery dan BYD sendiri memang semakin panas dalam beberapa tahun terakhir, terutama dalam perebutan posisi sebagai eksportir mobil terbesar asal China.

Berdasarkan data terbaru, BYD mencatat ekspor sekitar 135 ribu kendaraan pada April 2026. Sementara itu, Chery berhasil membukukan ekspor lebih dari 177 ribu unit pada periode yang sama.

Tak hanya fokus pada kei car listrik, Emta juga dikabarkan tengah menyiapkan tiga model lain untuk pasar Jepang hingga 2029.

Beberapa model tersebut meliputi hatchback, SUV, hingga minivan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen Jepang.

Bahkan, apabila penjualan kendaraan Emta terbilang sukses, perusahaan disebut mempertimbangkan pembangunan fasilitas produksi langsung di Jepang setelah 2030.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya