Rusia Tuduh Pentagon Gunakan Starlink untuk Campuri Urusan Negara Lain

Tudingan ini disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Alimov.

oleh Tim GlobalDiterbitkan 28 Mei 2026, 07:02 WIB
Roket Falcon 9 lepas landas dari Space Launch Complex 40 di Florida's Cape Canaveral Air Force Station, Amerika Serikat, Kamis (23/5/2019). SpaceX meluncurkan satelit Starlink ke orbit setelah batal melakukannya pada minggu lalu lantaran gangguan angin kencang. (AP Foto John Raoux)

Liputan6.com, Moskow - Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Alimov menuduh Pentagon memanfaatkan layanan internet satelit Starlink untuk mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

Pernyataan itu disampaikan Alimov dalam Forum Keamanan Internasional di Moskow pada Rabu (27/5/2026), saat menyoroti penggunaan sistem komunikasi satelit Orbit Rendah Bumi atau Low Earth Orbit (LEO).

“Bukan rahasia lagi bahwa teknologi ini, khususnya Starlink, yang menyediakan akses internet tanpa melalui regulator nasional, digunakan untuk campur tangan dalam urusan internal negara, termasuk untuk mengorganisir protes,” kata Alimov, dikutip dari Antara News, Kamis (28/5).

Ia juga menyinggung hubungan antara SpaceX sebagai pengelola Starlink dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon.

“SpaceX tidak menyembunyikan fakta bahwa mereka adalah kontraktor Pentagon,” ujarnya.

Menurut Alimov, ekspansi Starlink di pasar global dengan alasan mempermudah komunikasi satelit justru memberi kemampuan bagi perusahaan tersebut untuk memengaruhi masyarakat di negara lain.

“Ini tidak diragukan lagi merupakan tren yang mengkhawatirkan,” kata dia.

Karena itu, Rusia mendorong adanya regulasi yang lebih transparan terhadap penggunaan sistem internet satelit semacam itu, termasuk kewajiban operator mematuhi hukum nasional di negara tempat mereka beroperasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya