Liputan6.com, Jakarta: Minat calon investor terhadap obligasi dolar Amerika Serikat yang bakal diterbitkan pemerintah di luar negeri, ternyata cukup tinggi. Meski demikian, pemerintah hanya akan menerbitkan obligasi internasional sebesar US$ 400 juta pada tahun ini. Menurut rencana, obligasi yang dimaksud akan diterbitkan pada awal Maret 2004. Karena itulah, pemerintah kini tengah menggelar roadshow obligasi di berbagai kawasan di luar negeri.
Soal divestasi 30 persen saham Bank Negara Indonesia 1946, pemerintah mengaku tengah mengusahakan pelaksanaannya sebelum akhir semester satu tahun ini. Tapi jika kondisi pasar tidak mendukung, besar kemungkinan rencana divestasi ini diundurkan [baca: Tarik Ulur Divestasi Saham BNI]. Sesuai rencana, divestasi BNI akan dilakukan bertahap untuk mencapai hasil yang optimal. Di samping divestasi, BNI juga akan menerbitkan saham baru melalui right issues yang ditargetkan akan mendapatkan dana tunai sebesar Rp 1 triliun. Uang itu bakal digunakan untuk menambah modal perusahaan.
Sementara itu Perusahaan Umum Pegadaian Pontianak, Kalimantan Barat, pesimistis mampu mencapai target penyaluran kredit Rp 46 miliar pada tahun ini. Alasannya, pemilihan umum berlangsung tiga tahap pada tahun ini, sehingga masyarakat kemungkinan takut mengambil kredit. Di samping itu, hingga saat ini tak terdapat pembiayaan besar yang mengarah pada kemungkinan suatu partai atau calon anggota legislatif meminjam uang ke pegadaian.(AWD/Indy Rahmawati)
Soal divestasi 30 persen saham Bank Negara Indonesia 1946, pemerintah mengaku tengah mengusahakan pelaksanaannya sebelum akhir semester satu tahun ini. Tapi jika kondisi pasar tidak mendukung, besar kemungkinan rencana divestasi ini diundurkan [baca: Tarik Ulur Divestasi Saham BNI]. Sesuai rencana, divestasi BNI akan dilakukan bertahap untuk mencapai hasil yang optimal. Di samping divestasi, BNI juga akan menerbitkan saham baru melalui right issues yang ditargetkan akan mendapatkan dana tunai sebesar Rp 1 triliun. Uang itu bakal digunakan untuk menambah modal perusahaan.
Sementara itu Perusahaan Umum Pegadaian Pontianak, Kalimantan Barat, pesimistis mampu mencapai target penyaluran kredit Rp 46 miliar pada tahun ini. Alasannya, pemilihan umum berlangsung tiga tahap pada tahun ini, sehingga masyarakat kemungkinan takut mengambil kredit. Di samping itu, hingga saat ini tak terdapat pembiayaan besar yang mengarah pada kemungkinan suatu partai atau calon anggota legislatif meminjam uang ke pegadaian.(AWD/Indy Rahmawati)