Cerita Penumpang Saat KRL Duri-Tangerang Alami Gangguan Mendadak

Kepanikan para penumpang pun tak terhindarkan saat perjalanan KRL Commuter Line jurusan Duri-Tangerang sempat terhenti mendadak.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 27 Mei 2026, 00:02 WIB
KAI Commuter mengoperasikan dua rangkaian KRL baru diproduksi PT INKA (Persero). (Dok KCI)

Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan KRL Commuter Line jurusan Duri-Tangerang sempat terhenti mendadak di perlintasan sebidang RT 01/RW 11 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat pada Selasa sore (26/5/2026).

Kepanikan para penumpang pun tak terhindarkan. Apalagi setelah mereka sempat mendengar suara ledakan. Hal itu seperti diceritakan salah satu penumpang Tasya (25).

Menurut Tasya, situasi menegangkan di dalam kereta. Dia mengatakan, suara ledakan tersebut terdengar hingga tiga kali dan memicu gangguan pada sistem kelistrikan kereta.

"Tadi dengar ada ledakan. Jadi ledak gitu, (kereta) mati, (kereta) hidup lagi, ledak lagi, terus mati, hidup, ledak lagi, terus mati lagi. Enggak lama, kereta berhenti sampai sekarang. Ledakannya dari dalam KRL, kayak 'dug' gitu bunyinya," kata Tasya kepada wartawan di lokasi kejadian.

Akibat suara ledakan itu, menurut Tasya, langsung membuat lampu di dalam gerbong padam seketika. Kondisi tersebut, kata dia, membuat para penumpang KRL sontak histeris.

Akibatnya, Tasya bersama sebagian penumpang lain memilih untuk turun dari kereta karena khawatir akan keselamatan mereka.

"Saya kan berangkat dari Kampung Bandan mau ke Tangerang. Tadi turun di sini (perlintasan sebidang RT 01 / RW 11 Rawa Buaya). Pintunya (KRL) terbuka akhirnya tadi," cerita dia.

 

Penumpang Panik hingga Berpindah Gerbong

Para pengguna KRL Jabodetabek pada jam sibuk selama Ramadan 2026. (Dok KAI Commuter)

Hal senada disampaikan Butar (45), penumpang lain yang berada di gerbong tiga saat insiden terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Ia mengaku sumber suara benturan keras itu terdengar sangat dekat dari posisinya.

"Saya tadi di gerbong tiga, terus dengar ada ledakan dari gerbong tiga. Tiga kali (bunyi ledakan), sekitar jam 17.00 tadi," ujar Butar.

Pascaledakan, Butar langsung bergegas menyelamatkan diri dengan berpindah ke gerbong paling depan.

Berbeda dengan Tasya, Butar bersama sebagian penumpang lainnya memilih untuk tetap bertahan di dalam kereta sembari menunggu penanganan petugas agar kereta dapat berjalan kembali.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya