Ibas: Idealisme Generasi Muda Jadi Penentu Masa Depan Bangsa

Mahasiswa dan pemuda diharapkan tetap menjadi kekuatan moral bangsa yang kritis, solutif, dan berorientasi pada pengabdian.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 26 Mei 2026, 16:00 WIB
Wakil Ketua MPR sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro (Ibas) dalam kegiatan “Diskusi Kebangsaan Lintas Organisasi Mahasiswa” yang mengangkat tema “Merajut Kebangsaan, Menguatkan Indonesia: Pergerakan, Harmoni, dan Pengabdian untuk Negeri” di Jakarta (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua MPR sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan, organisasi mahasiswa lintas agama dan ideologi. Menurut dia, forum tersebut bukan sekadar ruang diskusi, melainkan ruang kesadaran kolektif bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda.

“Indonesia tidak boleh ikut terpecah oleh perbedaan. Kita harus menjadi bangsa yang kuat bukan karena seragam, tetapi karena mampu merawat keberagaman,” kata Ibas dalam kegiatan “Diskusi Kebangsaan Lintas Organisasi Mahasiswa” yang mengangkat tema “Merajut Kebangsaan, Menguatkan Indonesia: Pergerakan, Harmoni, dan Pengabdian untuk Negeri” di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Ibas menilai, tantangan global saat ini semakin kompleks, mulai dari konflik geopolitik, ketimpangan ekonomi, krisis pangan dan energi, hingga ancaman polarisasi sosial akibat informasi yang tidak terkendali. Karena itu, mahasiswa dan pemuda diharapkan tetap menjadi kekuatan moral bangsa yang kritis, solutif, dan berorientasi pada pengabdian.

"Mengutip pesan Tan Malaka bahwa 'Idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki oleh pemuda'," tegas Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu.

Ibas menegaskan, idealisme generasi muda merupakan bahan bakar perubahan dan penentu arah masa depan bangsa. Menurutnya, sejarah bangsa selalu mencatat keterlibatan mahasiswa dan pemuda dalam setiap momentum penting perjalanan Indonesia, mulai dari Kebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928, hingga Reformasi 1998.

“Kritis boleh, tetapi harus solutif. Berani harus, tetapi tetap bijaksana. Idealis wajib, tetapi juga realistis,” tegas Anggota Dapil Jawa Timur VII dari Fraksi Partai Demokrat tersebut di hadapan peserta diskusi.

Ia pun mengajak, organisasi mahasiswa untuk terus menjaga persaudaraan kebangsaan, memperkuat literasi digital, membangun dialog lintas identitas, serta turut mengawal konstitusi dan kebijakan pemerintah secara konstruktif.

“Jika baik kita dukung, jika kurang kita kritisi dengan solusi, dan jika salah kita perbaiki bersama,” dia menandasi.

 

Respons Peserta dan Mahasiswa

Sementara itu, para mahasiswa yang hadir turut menyampaikan berbagai gagasan dan aspirasi terkait kondisi bangsa dan arah pemerintahan ke depan. Ketua PMKRI, Susana menyampaikan pentingnya pemerataan pendidikan dan ruang pengembangan kapasitas generasi muda agar mahasiswa dari berbagai daerah memiliki kesempatan yang sama untuk maju dan berkontribusi bagi bangsa.

Di sisi lain, Riyan yang mewakili IMM menyampaikan bahwa demokrasi harus tetap dijaga melalui ruang kebebasan berpendapat dan budaya kritik yang sehat.

"Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengawal kebijakan pemerintah agar tetap berpihak kepada rakyat dan tidak meninggalkan nilai-nilai keadilan sosial serta kemanusiaan," tutur Riyan.

Senada dengan itu, perwakilan peserta lain seperti Kapoksi Komisi X DPR RI Sabam Sinaga dan Anggota Komisi X DPR RI Bramantyo Suwondo juga mengapresiasi keberanian mahasiswa dalam menyampaikan kritik dan gagasan secara terbuka dan berharap Indonesia dapat terus bergerak menuju kemajuan dan kesejahteraan masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai keutamaan bangsa.

Diketahui, kegiatan tersebut dihadiri berbagai organisasi mahasiswa lintas agama dan ideologi, di antaranya HMI, GMNI, IMM, KMHDI, HIKMAHBUDHI, PMKRI, KAMMI, GMKI, dan PMII. Turut mendampingi dalam agenda tersebut Sekretaris Fraksi Partai Demokrat MPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono Suratto.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya