Palma Serasih Tetapkan Dividen Tunai Rp 113,1 Miliar

Palma Serasih (PSGO) membagikan dividen tunai Rp 113,1 miliar kepada para pemegang sahamnya.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 27 Mei 2026, 06:00 WIB
Suasana kesibukan pekerja saat pembukaan perdagangan perdana saham 2013 di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (2/1). ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Liputan6.com, Jakarta - PT Palma Serasih Tbk (PSGO) membagikan dividen tunai Rp 113,1 miliar kepada pemegang sahamnya atau setara Rp 6 per lembar saham, didukung pertumbuhan laba bersih tahun buku 2025 sebesar 26,3% secara tahunan (YoY).

Hal itu ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“Rapat”), yang dilanjutkan dengan Public Expose pada Jumat, 22 Mei 2026, di Gedung Graha Arda Lantai Dasar Zona A, Jl. HR. Rasuna Said Kav. B-6, Setiabudi, Jakarta Selatan.

"Di tengah dinamika industri kelapa sawit global dan fluktuasi harga komoditas, Perseroan terus memperkuat fundamental bisnis melalui strategi pertumbuhan yang berfokus pada peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, dan keberlanjutan di seluruh lini usaha," kata Director & Corporate Secretary PT Palma Serasih Tbk, Astrida Niovita Bachtiar, dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).

Sepanjang tahun buku 2025, Perseroan mencatatkan volume produksi Tandan Buah Segar (TBS) Inti dan Plasma sebesar 480,8 ribu ton, dengan produksi Crude Palm Oil (CPO) mencapai 140,2 ribu ton dan Palm Kernel (PK) mencapai 21,6 ribu ton. Produktivitas TBS (yield) Inti tercatat sebesar 18 ton per hektar, yang masih dapat bertumbuh seiring bertambahnya umur tanaman rata-rata menuju usia tanaman prima.

Secara finansial, Perseroan berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 26,3% secara tahunan (YoY), dari Rp 350,6 miliar menjadi Rp 442,8 miliar di tahun 2025. Dengan demikian, marjin laba bersih bertumbuh dari 16,5% menjadi 17,4% yang didukung oleh tren kenaikan harga CPO dan PK, strategi penjualan CPO, serta penurunan biaya keuangan di tahun 2025.

 

 

Pembagian Dividen Konsistensi Perseroan

Suasana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11/2015). Pelemahan indeks BEI ini seiring dengan melemahnya laju bursa saham di kawasan Asia serta laporan kinerja emiten triwulan III yang melambat. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Ia menyampaikan bahwa pembagian dividen mencerminkan konsistensi Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha, disiplin operasional, dan penciptaan nilai jangka panjang.

Pada Public Expose, Perseroan memaparkan fokus strategis yang akan menjadi landasan pengembangan bisnis ke depan, meliputi penguatan produktivitas kebun dan pabrik, peningkatan efisiensi operasional, penguatan tata kelola dan implementasi keberlanjutan, serta optimalisasi pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Perseroan juga secara konsisten menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan di dalam setiap kegiatan usaha, termasuk dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagai bagian dari strategi Perseroan menuju pertumbuhan berkelanjutan.

"Kami meyakini bahwa pertumbuhan perseroan menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang turut mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan ekonomi daerah secara berkelanjutan," ujarnya.

 

Komitmen Palma Serasih

Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat menghentikan perdagangan sementara selama 30 menit atau trading halt karena penurunan lebih dari 8%. Liputan6.com/Herman Zakharia)

Melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha lokal, peningkatan pendapatan masyarakat, serta perluasan akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan infrastruktur dasar, Perseroan berkomitmen memastikan bahwa pertumbuhan Perseroan memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Selain itu, Perseroan terus memperkuat implementasi keberlanjutan melalui penerapan kebijakan No Deforestation, No Peat, No Exploitation (NDPE), pengelolaan area konservasi bernilai tinggi, serta kolaborasi dalam perlindungan biodiversitas di wilayah operasional Kalimantan Timur.

“Palma Serasih berkomitmen menjalankan bisnis kelapa sawit secara bertanggung jawab, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham serta masyarakat,” tutup Astrida.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya