Bolivia Memanas, Massa Tuntut Presiden Rodrigo Paz Pereira Mundur

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 26 Mei 2026, 12:05 WIB
Bolivia Memanas, Massa Tuntut Presiden Rodrigo Paz Pereira Mundur
Gelombang unjuk rasa dan pemogokan nasional menuntut pengunduran diri Presiden Bolivia, Rodrigo Paz Pereira, terus berlangsung. Berbagai elemen masyarakat Bolivia, seperti serikat pekerja, penambang, guru, dan kelompok masyarakat adat terus melakukan blokade jalan. Di ibu kota La Paz, massa berulang kali bentrok dengan polisi anti huru-hara yang menembakkan gas air mata. Ketegangan dipicu oleh krisis ekonomi terburuk dalam empat dekade terakhir yang diwarnai kelangkaan bahan bakar, inflasi tinggi, dan undang-undang kontroversial mengenai pertanahan. Sejumlah fasilitas publik rusak, layanan logistik terganggu, dan blokade jalan berimbas krisis pasokan di wilayah tertentu. Upaya kompromi yang sebelumnya dilakukan Presiden Rodrigo Paz Pereira belum mampu menenangkan massa.
Para demonstran bentrok dengan polisi anti huru hara selama unjuk rasa menentang Presiden Rodrigo Paz di La Paz, Bolivia, pada 25 Mei 2026. (AIZAR RALDES/AFP)
Para demonstran dan polisi Bolivia bentrok selama unjuk rasa menentang Presiden Rodrigo Paz di La Paz pada 25 Mei 2026. (AIZAR RALDES/AFP)
Seorang pria memegang bendera Bolivia selama demonstrasi menentang Presiden Rodrigo Paz di La Paz pada 25 Mei 2026. (Marvin RECINOS/AFP)
Seorang demonstran memegang papan bertuliskan (Resing Rodrigo) selama unjuk rasa menentang Presiden Rodrigo Paz di La Paz, Bolivia, pada 25 Mei 2026. (MARVIN RECINOS/AFP)
Seorang petugas polisi anti huru hara Bolivia menembakkan gas air mata ke arah demonstran selama unjuk rasa menentang Presiden Rodrigo Paz di La Paz pada 25 Mei 2026. (Marvin RECINOS/AFP)
Para demonstran bentrok dengan petugas polisi Bolivia selama unjuk rasa menentang Presiden Rodrigo Paz di La Paz pada 25 Mei 2026. (Marvin RECINOS/AFP)
Para demonstran bentrok dengan polisi anti huru hara selama unjuk rasa menentang Presiden Rodrigo Paz di La Paz, Bolivia, pada 25 Mei 2026. (Marvin RECINOS/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya