Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Selasa, (26/5/2026). Lalu apa saja rekomendasi saham-nya jelang libur Idul Adha?
Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup naik 0,72 persen, tetapi disertai dengan aksi jual saham oleh investor asing Rp 2,09 triliun. Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain saham AMMN, BMRI, ANTM dan TPIA.
Advertisement
“IHSG berpotensi koreksi hari ini,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.060-6.170 dan level resistance 6.250-6.270 pada perdagangan saham Selasa pekan ini.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini Fanny memilih saham PT Timah Tbk (TINS), PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), dan PT Indika Energy Tbk (INDY).
Rekomendasi Teknikal
Trading Idea hari ini: TINS, DMAS, UVCR, MAPI, WBSA, dan INDY
1.PT Timah Tbk (TINS)
Buy on Weakness dengan area beli di 3.400-3.460, cutloss di bawah 3.360. Target dekat di 3.600-3.740.
2.PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS)
Buy on Weakness dengan area beli di 153-156, cutloss di bawah 151. Target dekat di 158-164.
3.PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR)
Buy on Weakness dengan area beli di 230-232, cutloss di bawah 230. Target dekat di 236-248.
4.PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)
Spec Buy dengan area beli di 1.485-1.490, cutloss di bawah 1.475. Target dekat di 1.505-1.520.
5.PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)
Buy if Break 765, dengan target dekat di 790-860. Cutloss di bawah 730.
6.PT Indika Energy Tbk (INDY)
Buy on Weakness dengan area beli di 2.400-2.450, cutloss di bawah 2.400. Target dekat di 2.530-2.570.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Penutupan IHSG pada 25 Mei 2026
Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada sesi kedua perdagangan saham Senin, (25/5/2026). Kenaikan IHSG hari ini di tengah mayoritas sektor saham menghijau dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di kisaran 17.727).
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup menguat 0,72% menjadi 6.206,34. Indeks saham LQ45 bertambah 1,74% menjadi 631,21. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus yang akrab disapa Nico menuturkan, kenaikan IHSG didorong bursa regional Asia bergerak menguat. “Ada sentimen membaiknya risiko global seiring harapan akan kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran,” kata Nico dikutip dari Antara.
Dari mancanegara, para pejabat senior Amerika Serikat (AS) mengindikasikan bahwa AS dengan Iran hampir mencapai kesepakatan yang dapat membuka kembali Selat Hormuz, dan mereka masih menegosiasikan persyaratan utama, serta persetujuan akhir dari kedua pihak kemungkinan akan memakan waktu beberapa hari.
Meskipun keputusan kesepakatan perdamaian belum final, namun sinyal itu memberikan sebuah harapan terciptanya perdamaian di Timur Tengah, serta pembukaan kembali selat Hormuz akan memulihkan aliran minyak dan ekonomi global.
Dari dalam negeri, IHSG bergerak fluktuatif yang dipengaruhi oleh sentimen global dan domestik yaitu narasi kesepakatan AS dan Iran memberikan katalis positif, sementara tekanan terhadap kurs Rupiah memberikan sentimen negatif.
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) defisit sebesar 9,15 miliar dolar AS kuartal I-2026, seiring dengan dinamika perekonomian global yang dapat mempengaruhi prospek NPI.
Defisit tersebut tercatat jauh lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang memicu kekhawatiran investor terhadap ketahanan eksternal Indonesia dan meningkatkan permintaan terhadap dolar AS.
Sektor Saham
Mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham transportasi bertambah 3,83%, dan catat kenaikan terbesar. Selain itu, sektor saham industri naik 0,79%, sektor saham consumer siklikal menanjak 1,09%, dan sektor saham keuangan bertambah 1,42%.
Kemudian sektor saham properti melompat 1,29%, sektor saham infrastruktur menanjak 0,77%. Selain itu, sektor saham energi m elemah 2,04%, sektor saham basic tergelincir 0,93%, sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 0,13%. Lalu sektor saham kesehatan turun 0,09% dan sektor saham teknologi melemah 0,31%.
Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.239,59 dan level terendah 6.124,57. Sebanyak 236 saham melemah sehingga bebani IHSG. 470 saham menguat dan 114 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 2.065.076 kali dengan volume perdagangan saham 27,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 17 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.727