Kapan Hari Tasyrik Idul Adha 2026? Simak Jadwal, Amalan dan Hikmahnya

Menjelang perayaan Aidilqurban, banyak muncul pertanyaan kapan hari tasyrik Idul Adha 2026? Pemahaman ini penting untuk jadwal ibadah dan agenda lain

oleh Nanik RatnawatiDiterbitkan 28 Mei 2026, 13:00 WIB
Ilustrasi Muslimah Credit: pexels.com/Mikhail

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang momentum perayaan Idul Adha 1447 Hijriah, banyak umat Islam yang mulai mencari tahu, kapan hari tasyrik idul adha 2026?. Pertanyaan ini penting untuk menyusun agenda ibadah secara matang.

Berbeda dengan hari raya lainnya, Idul Adha memiliki keistimewaan berupa perpanjangan masa perayaan dan ibadah selama tiga hari berturut-turut setelah tanggal 10 Dzulhijjah, yang dikenal sebagai Hari Tasyrik. Pada hari-hari tersebut, umat Islam dilarang berpuasa, dan sebaliknya, sangat dianjurkan untuk menikmati hidangan serta memperbanyak zikir.

Merujuk Kalender Hijriah Indonesia 2026 dari Kemenag RI, Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah, serta literatur kontemporer dan klasik, berikut ini ulasan lengkap mengenai jadwal Hari Tasyrik 2026, pengertian, amalan-amalan utama, hingga solusi fikih mengenai pergeseran jadwal puasa sunnah. Simak selengkapnya.

Jadwal Hari Tasyrik Idul Adha 2026

Hari Tasyrik jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Berdasarkan proyeksi kalender nasional Kemenag RI dan KHGT, berikut adalah jadwal rincinya pada tahun 2026 Masehi:

  • 11 Dzulhijjah 1447 H (Hari Tasyrik Pertama): Kamis, 28 Mei 2026
  • 12 Dzulhijjah 1447 H (Hari Tasyrik Kedua): Jumat, 29 Mei 2026
  • 13 Dzulhijjah 1447 H (Hari Tasyrik Ketiga): Sabtu, 30 Mei 2026

Segala bentuk ibadah puasa, baik puasa sunnah (seperti Senin-Kamis atau Daud) maupun puasa wajib (qadha Ramadhan dan nazar), hukumnya haram pada ketiga hari tersebut.

Pengertian Hari Tasyrik dan Dalilnya

Secara etimologi, kata Tasyrik (تَشْرِيق) berasal dari kata Asy-Syarq yang berarti terbitnya matahari atau arah timur. Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitabnya Lathaif al-Ma’arif fima Liiyam al-Aam min al-Wadhaif menjelaskan bahwa dinamakan Hari Tasyrik karena secara historis pada hari-hari tersebut para jemaah haji dan umat Islam menjemur daging kurban di bawah terik matahari (tasyriq al-lahm) agar menjadi daging dendeng yang awet sebelum teknologi pendingin ditemukan.

Secara syar'i, Hari Tasyrik adalah hari raya bagi umat Islam yang menyertai Idul Adha. Istilah ini terekam kuat dalam dalil-dalil muktabar:

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 203:

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ

Artinya: “Dan berzikirlah kepada Allah dalam hari yang berbilang.”

Imam Al-Bukhari dalam Kitab Shahih Al-Bukhari mencantumkan penafsiran sahabat Ibnu Abbas RA yang menegaskan bahwa yang dimaksud dengan Ayyamam Ma'dudat (hari-hari yang berbilang) adalah tiga Hari Tasyrik.

Rasulullah SAW menegaskan kedudukan hari ini dalam sebuah hadits:

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلَّهِ

Artinya: “Hari-hari tasyrik adalah hari untuk makan, minum, dan berzikir kepada Allah.” (HR. Muslim dalam Kitab Shahih Muslim).

Amalan-Amalan di Hari Tasyrik

Meskipun diharamkan berpuasa, umat Islam sangat dianjurkan untuk menghidupkan Hari Tasyrik dengan ragam ibadah berbobot pahala besar. Mengutip ulasan ubudiyah dari NU Online dan Liputan6, berikut tiga amalan utamanya:

1. Menyembelih dan Menikmati Hewan Kurban

Hari Tasyrik merupakan perpanjangan waktu yang sah untuk menyembelih hewan kurban hingga menjelang matahari terbenam pada tanggal 13 Dzulhijjah. Imam Asy-Syafi'i dalam kitab monumental Kitab Al-Umm menegaskan:

“Semua hari tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah) adalah waktu untuk menyembelih kurban. Jika matahari telah tenggelam di hari tasyrik terakhir, maka berakhirlah waktu penyembelihan.” Hal ini bersandar pada hadits Nabi SAW, "Semua hari Tasyrik adalah waktu penyembelihan." (HR. Ahmad).

2. Memperbanyak Takbir dan Dzikir

Takbir Muqayyad adalah takbir yang dilafalkan secara khusus setiap selesai melaksanakan shalat fardhu lima waktu. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab menjelaskan bahwa batasan takbir muqayyad bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji dimulai sejak waktu Subuh pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga waktu Ashar pada hari Tasyrik terakhir (13 Dzulhijjah).

3. Memperbanyak Doa

Hari Tasyrik adalah waktu yang sangat mustajab untuk memanjatkan doa, khususnya doa kebaikan dunia dan akhirat (Doa Sapu Jagat).

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari Syarah Shahih Al-Bukhari menyebutkan bahwa para sahabat Nabi menyukai doa ini dibaca berulang-ulang di Hari Tasyrik karena menyelaraskan kenikmatan makanan fisik dengan ketenteraman rohani:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201).

13 Dzulhijjah Hari Tasyrik, Kapan Puasa Ayyamul Bidh?

Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah tiga hari yang rutin dilaksanakan setiap pertengahan bulan Hijriah, tepatnya tanggal 13, 14, dan 15. Namun, muncul dilema fikih pada bulan Dzulhijjah karena tanggal 13 Dzulhijjah berstatus sebagai Hari Tasyrik yang diharamkan berpuasa.

Bagaimana solusinya pada tahun 2026?

Berdasarkan penjelasan para ulama dari madzhab Syafi’i, larangan puasa pada tanggal 13 Dzulhijjah tidak lantas menggugurkan kesunahan puasa tiga hari di pertengahan bulan tersebut. Solusinya adalah dengan menggeser atau mengganti (qadha) pelaksanaan puasa tanggal 13 ke tanggal berikutnya, yaitu tanggal 16 Dzulhijjah.

Maka, jadwal Puasa Ayyamul Bidh khusus pada bulan Dzulhijjah 1447 H / 2026 M bergeser menjadi:

  • 14 Dzulhijjah 1447 H: Minggu, 31 Mei 2026
  • 15 Dzulhijjah 1447 H: Senin, 1 Juni 2026
  • 16 Dzulhijjah 1447 H (Sebagai Pengganti tanggal 13): Selasa, 2 Juni 2026.

Hikmah Melaksanakan Amalan di Hari Tasyrik

Syariat melarang puasa dan memerintahkan umat Islam untuk makan dan minum di Hari Tasyrik menyimpan hikmah mendalam yang berdimensi spiritual dan sosial:

1. Penyelarasan Hak Jasmani dan Ruhani

Allah SWT memberikan waktu bagi hamba-Nya untuk menikmati rezeki fisik (daging kurban dan hidangan lezat) tanpa melupakan zikir. Hal ini mengajarkan bahwa menikmati kebaikan dunia yang mubah, jika dibarengi rasa syukur, bernilai ibadah.

2. Solidaritas dan Kebahagiaan Sosial

Hari Tasyrik menjamin bahwa seluruh lapisan masyarakat, khususnya fakir miskin, dapat menikmati hidangan daging secara merata dalam suasana gembira, sehingga tidak ada ruang bagi kelaparan di hari raya.

3. Refleksi Ketakwaan Nabi Ibrahim AS

Melanjutkan penyembelihan hingga hari ke-13 memberikan kelonggaran waktu bagi umat untuk merefleksikan nilai pengorbanan dan kepatuhan mutlak atas perintah Sang Pencipta.

Dengan memahami peta penanggalan dan aturan fikih di atas, umat Islam dapat menyambut Hari Tasyrik Idul Adha 2026 dengan sukacita yang terarah, beribadah sesuai tuntunan khazanah kitab ulama, serta tetap dapat menjaga kontinuitas puasa sunnah pertengahan bulan secara sah.

Pertanyaan Seputar Hari Tasyrik

Kapan hari tasyrik 2026?

Berikut jadwal hari Tasyrik 2026: Kamis, 28 Mei 2026: Hari Tasyrik pertama (11 Zulhijah 1447 H) Jumat, 29 Mei 2026: Hari Tasyrik kedua (12 Zulhijah 1447 H)

Berapa hari tasyrik Idul Adha?

Ringkasan AIHari Tasyrik Idul Adha berlangsung selama 3 hari, yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah dalam penanggalan Hijriah. Periode ini jatuh tepat setelah hari raya Idul Adha (10 Dzulhijjah).

Senin 9 Juni apakah masih hari tasyrik?

JAKARTA, KOMPAS.TV – Setelah Hari Raya Iduladha 1446 H yang jatuh pada 6 Juni 2025, umat Islam akan memasuki Hari Tasyrik yang berlangsung selama tiga hari, yakni 11, 12, dan 13 Zulhijah atau bertepatan dengan 7, 8, dan 9 Juni.

Lebaran Idul Adha 2026 jatuh pada hari apa?

Ringkasan AIHari Raya Idul Adha 1447 H jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026.

Pemerintah secara resmi menetapkan tanggal tersebut melalui Sidang Isbat Kementerian Agama, dan tanggal ini juga bertepatan dengan keputusan yang ditetapkan oleh Muhammadiyah.

Hari tasyrik 11 12 13 Dzulhijjah itu apa?

Hari tasyrik merupakan hari raya umat islam yang jatuh pada setelah idul adha yaitu hari ke 11, 12,13 pada bulan dzulhijjah menurut kalender islam.

Pada tanggal berapa yang dilarang berpuasa pada hari tasyrik?Hari Tasyrik adalah tanggal 11, 12, dan 13 pada bulan Zulhijjah. Pada tiga hari itu umat Islam masih dalam suasana perayaan Iduladha sehingga masih diharamkan untuk berpuasa. Namun, sebagian pendapat mengatakan bahwa hukumnya makruh, bukan haram.

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya