Finis Kelima, Arne Slot Ungkap Badai Cedera Jadi Biang Keladi Kegagalan Liverpool

Liverpool menyudahi Premier League di posisi kelima setelah imbang kontra Brentford. Arne Slot sebut badai cedera hambat ambisi pertahankan gelar.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 25 Mei 2026, 11:22 WIB
Arne Slot, pelatih Liverpool, setelah pertandingan melawan PSG di leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Anfield, Rabu dini hari WIB (12-3-2025). (Bola.com/liverpoolfc.com)

Liputan6.com, Jakarta - Liverpool mengakhiri kompetisi Premier League lewat hasil sama kuat 1-1 saat menjamu Brentford di Stadion Anfield pada hari Minggu (24/5/2026) malam WIB. Raihan satu poin ini mengunci posisi The Reds di peringkat kelima klasemen akhir dengan tabungan 60 poin, sekaligus memastikan tempat di Liga Champions musim mendatang.

Pasukan yang dinakhodai oleh Arne Slot tersebut tidak mampu mempertahankan titel juara liga mereka dan terhambat dengan selisih 25 angka dari Arsenal yang mengunci gelar juara baru. Torehan angka di akhir musim ini juga menjadi jumlah poin paling sedikit bagi Liverpool dalam kurun waktu 14 tahun terakhir di pentas Premier League.

Slot menggarisbawahi bahwa perjalanan Liverpool musim ini terdistorsi oleh hantaman cedera pemain yang silih berganti. Kondisi tersebut dinilai membatasi ruang gerak dalam meracik strategi pertandingaan maupun menentukan susunan pemain di atas lapangan.

Di samping itu, hasil akhir kontra Brentford sekaligus menjadi penanda selesainya periode kompetisi yang menguras energi bagi Liverpool. Usai memastikan satu tempat di Liga Champions diperoleh, Slot mulai membeberkan aspek utama yang merusak stabilitas performa timnya di sepanjang musim.


Krisis Pemain Menjadi Cerminan Perjalanan Skuad

Pemain Liverpool merayakan gol yang dicetak oleh Mohamed Salah ke gawang Brentford pada laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 di Anfield, Liverpool, Inggris, Minggu (25/08/2024) malam WIB. (AFP/Darren Stapless)

Liverpool sejatinya memegang kendali permainan tatkala bersua Brentford di Anfield. Curtis Jones sempat memecah kebuntuan bagi tuan rumah pada menit ke-58, sebelum akhirnya Kevin Schade menyamakan kedudukan enam menit berselang.

Skor imbang tersebut memaksa Liverpool menyudahi kompetisi di urutan kelima. Walau terdepak dari jalur perebutan trofi utama, mereka setidaknya masih mengamankan jatah tampil di panggung Liga Champions untuk musim depan.

“Jika Anda meminta saya satu kata untuk menggambarkan musim ini, saya akan menggambarkannya dengan kata ‘cedera’,” ujar Slot.

Juru taktik berkebangsaan Belanda tersebut juga menekankan bahwa situasi komposisi pemain yang pincang ini telah mendera tim sejak awal musim. Bahkan, ia menyebut pertandingan melawan Brentford merupakan momen yang cukup langka lantaran Liverpool tidak menyertakan pilar dari akademi di bangku cadangan.


Pengakuan Arne Slot Terkait Kebijakan Tim

Pelatih asal Belanda Liverpool, Arne Slot, bereaksi setelah timnya kebobolan gol pertama dalam pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 antara Liverpool dan Paris Saint-Germain di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 14 April 2026. (Paul ELLIS / AFP)

Slot tidak menampik bahwa dirinya sempat melahirkan sejumlah keputusan yang kurang ideal di sepanjang bergulirnya kompetisi. Kendati demikian, ia memastikan bahwa tiap langkah yang diambil selalu didasari oleh analisis yang mendalam.

Lanjut Baca:

Nakhoda Liverpool tersebut mengklaim situasi krisis pemain membuat opsi perubahan strategi menjadi sangat sempit di berbagai laga. Imbasnya, beberapa kebijakan yang diinstruksikan tidak selalu mengonversi hasil maksimal di lapangan hijau. “Ada banyak hal, ya. Kami dan saya tidak sempurna, tetapi saya akan menjawab pertanyaan ini dengan cara yang sama persis pada tahun kami memenangkan liga,” kata Slot. “Tidak semua keputusan bisa menjadi keputusan yang tepat dan akan bodoh jika saya duduk di sini dan mengatakan semua keputusan yang saya buat adalah keputusan yang benar.”

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya