Liputan6.com, Jakarta - Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal mengatakan, anggotanya bersama personel Brimob sudah mengatasi insiden tawuran di dekat Stasiun Klender pagi ini.
Diketahui, akibat peristiwa itu kondisi lalu lintas terdampak, khususnya rute TransJakarta hang mengalami keterlambatan kedatangan bus.
Advertisement
"Sudah dibubarkan oleh Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur bersama personel Patra Brimob," kata Kombes Alfian kepada awak media, Senin (25/5/2026).
Berdasarkan kronologis kejadian, Alfian menerima laporan masyarakat soal peristiwa meresahkan masyarakat itu pada pukul 07.10 WIB.
Dia pun langsung menerjungkan Tim Patroli Perintis Presisi C dan D bersama personel Patra Brimob menuju lokasi. Kemudian pada pukul 7.28 WIB, kondisi sudah kembali aman dan kondusif.
"Setibanya di lokasi, petugas berhasil melerai dan membubarkan tawuran. Situasi dapat segera dikendalikan," kata Alfian.
Usai membubarkan massa aksi, Kombes Alfian menyebut pihaknya menyisir lokasi kejadian untuk mengamankan barang bukti yang diduga akan digunakan dalam aksi tawuran seperti 3 petasan, 5 busur, dan 1 proyektil ketapel.
Dia menegaskan, fokus operasi kali ini adalah mencegah adanya korban dan memastikan kondisi kembali kondusif, khususnya arus lalu lintas.
"Fokus kami membubarkan tawuran dan antisipasi tidak ada korban jiwa, juga supaya tidak mengganggu aktivitas arus lalin yang berangkat kerja, sekolah atau aktivitas lainnya," jelas Alfian.
Sudah Kondusif
Sebagai informasi, usai situasi dinyatakan kondusif, petugas melaksanakan pemeriksaan lanjutan dan pengamanan di Pos Terpadu Bonsi guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas susulan.
Diketahui, Kegiatan patroli gabungan ini melibatkan personel Tim Patroli Perintis Presisi C dan D serta Patra Brimob yang bergerak cepat dalam merespons laporan masyarakat.
"Berkat kesigapan petugas, aksi tawuran berhasil dibubarkan dan situasi di wilayah tersebut terpantau aman serta terkendali (TKA). Polres Metro Jakarta Timur mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan keamanan agar dapat ditangani secara cepat dan tepat," kata Alfian.