Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin (BTC) dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang beragam pada Senin (25/5/2026) pukul 6:30 WIB. Mayoritas kripto jajaran teratas terpantau masih berada di zona merah.
Berdasarkan data dari Coinmarketcap, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) masih menguat. Bitcoin naik tipis 0,36 persen dalam 24 jam, tetapi masih melemah 1,16 persen sepekan.
Advertisement
Saat ini, harga Bitcoin berada di level USD 76.884 per koin atau setara Rp 1,36 miliar (asumsi kurs Rp 17.699 per dolar AS).
Ethereum (ETH) masih melemah. ETH turun 0,86 persen sehari terakhir dan 2,63 persen sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level Rp 37,1 juta per koin.
Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) turut melemah. Dalam 24 jam terakhir BNB turun tipis 0,06 persen, tetapi masih menguat 1,34 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga Rp 11,6 juta per koin.
Kemudian Cardano (ADA) kembali berada di zona merah. ADA terkoreksi 1,67 persen dalam sehari dan 3,59 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level Rp 4.278 per koin.
Adapun Solana (SOL) kembali melemah. SOL turun 0,56 persen dalam sehari, tetapi masih menguat 0,38 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level Rp 1,50 juta per koin.
XRP kembali berada di zona merah. XRP terkoreksi 0,72 persen dalam sehari terakhir dan 3,15 persen sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga Rp 23.883 per koin.
Koin Meme Dogecoin (DOGE) kembali melemah. Dalam satu hari terakhir DOGE turun 0,73 persen dan 5,22 persen sepekan. Ini membuat DOGE diperdagangkan di level Rp 1.809 per token.
Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini masih stabil. Harga keduanya masih berada di kisaran level USD 1,00, keduanya sama-sama menguat masing-masing 0,01 dan 0,02 persen.
Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto hari ini berada di level USD 2,56 triliun atau setara Rp 45.309 triliun, menguat sekitar 0,10 persen dalam sehari terakhir.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Perusahaan Kripto Syndicate Labs Bakal Tutup Usai 5 Tahun Beroperasi
Sebelumnya, Syndicate Labs, salah satu perusahaan kripto yang cukup populer, mengumumkan pada 20 Mei 2026 akan tutup setelah lima tahun beroperasi. Hal ini seiring semakin sedikit platform blockchain baru yang diluncurkan.
Mengutip Yahoo Finance, Jumat, (22/5/2026), sebagai penyedia infrastruktur Ethereum (ETH), Syndicate Labs telah membantu para pengembang menciptakan aplikasi berbasis rollup. Perusahaan tersebut mengatakan mereka tutup karena pasar telah bergeser dari bisnis intinya.
Syndicate Labs mengatakan, bisnis semakin sulit untuk dipertahankan.
Rollup adalah sistem penskalaan yang memproses transaksi di luar blockchain utama dan kemudian mengirimkan ringkasan yang dikompresi kembali ke blockchain tersebut. Keuntungannya adalah transaksi yang lebih murah, kecepatan yang lebih cepat, dan tetap mengandalkan keamanan rantai utama.
Dalam kasus di atas, Ethereum adalah jalan utama, dan Syndicate Labs adalah jalur ekspres yang menggabungkan ribuan transaksi sebelum melaporkan hasil akhir kembali ke jaringan Ethereum.
Perusahaan itu menyebutkan, lebih sedikit platform blockchain baru yang diluncurkan, sementara banyak jaringan yang ada ditutup. Hal itu menyebabkan berkurangnya permintaan untuk alat yang dapat digunakan kembali yang telah dibangun Syndicate.
Pasar kini terbagi antara penyedia infrastruktur besar dan pengembang yang membangun rantai khusus untuk aplikasi tertentu, sehingga bisnis infrastruktur rollup Syndicate semakin sulit untuk dipertahankan.
Hentikan Operasi secara Teratur
Syndicate mengatakan, pihaknya memutuskan untuk menghentikan operasinya secara teratur agar dapat terus mendukung pelanggan dan membuka kode sumbernya melalui Syndicate Network.
Token asli Syndicate, SYND, mencapai harga tertinggi sepanjang masa (ATH) sebesar USD 2,61 pada 18 September 2025.
Setelah pengumuman penutupan, harga token tersebut anjlok lebih dari 25% dalam 24 jam terakhir. Saat tulisan ini dibuat, harganya berada di USD 0,01131.