Suami Puput Melati, Ustad Guntur Bumi, menyalurkan 99 sapi dan 199 domba pada Idul Adha kali ini. Anehnya, dengan jumlah hewan kurban hingga ratusan, Guntur Bumi mengaku tak mengeluarkan banyak uang. Ia menerapkan sistem manajemen kurban. Apa itu?
Seperti diberitakan, 99 sapi dan 199 domba yang disalurkan Guntur Bumi juga merupakan donasi dari para jamaah dan pasien Guntur Bumi yang ingin berkurban.
"Bukan kami banyak duit, tapi kami punya strategi manajemen kurban. Jadi kami beli sapi sejak delapan bulan lalu, saat harga masih Rp 6 juta terus dirawat hingga gede," jelas Guntur Bumi di Pesantren Asidiqiah, Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, Senin (14/10/2013).
Maklum saja, harga hewan kurban menjelang Idul Adha memang melangit. Untuk sapi misalnya, peternak bisa menjual sekitar Rp 17-20 juta. Sedangkan lewat manajemen kurban yang dilakukan Guntur Bumi, bisa hemat separuh harga.
Manajemen kurban juga bisa membuka lapangan kerja. Pasalnya, sapi-sapi yang dibeli Guntur Bumi dengan harga murah dititipkan ke masyarakat sekitar dengan sistem bagi hasil.
"Jadinya kami bisa merayakan Idul Adha sambil makan sate kambing dan sapi. Sudah dua tahun lalu saya pakai sistem seperti ini sehingga ada peningkatan jumlah kurban. Tahun lalu 77 sekarang 99 sapi," tutup Guntur Bumi.(Jul/Mer)
Seperti diberitakan, 99 sapi dan 199 domba yang disalurkan Guntur Bumi juga merupakan donasi dari para jamaah dan pasien Guntur Bumi yang ingin berkurban.
"Bukan kami banyak duit, tapi kami punya strategi manajemen kurban. Jadi kami beli sapi sejak delapan bulan lalu, saat harga masih Rp 6 juta terus dirawat hingga gede," jelas Guntur Bumi di Pesantren Asidiqiah, Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, Senin (14/10/2013).
Maklum saja, harga hewan kurban menjelang Idul Adha memang melangit. Untuk sapi misalnya, peternak bisa menjual sekitar Rp 17-20 juta. Sedangkan lewat manajemen kurban yang dilakukan Guntur Bumi, bisa hemat separuh harga.
Manajemen kurban juga bisa membuka lapangan kerja. Pasalnya, sapi-sapi yang dibeli Guntur Bumi dengan harga murah dititipkan ke masyarakat sekitar dengan sistem bagi hasil.
"Jadinya kami bisa merayakan Idul Adha sambil makan sate kambing dan sapi. Sudah dua tahun lalu saya pakai sistem seperti ini sehingga ada peningkatan jumlah kurban. Tahun lalu 77 sekarang 99 sapi," tutup Guntur Bumi.(Jul/Mer)