Stop Izin Usaha Penerbangan, INACA: Genjot Infrastrukturnya

Indonesia National Air Carriers Association meminta pemerintah terus menggenjot pembangunan dan perbaikan infrastruktur penerbangan.

oleh Dian Ihsan SiregarDiterbitkan 12 Oktober 2013, 11:45 WIB
Indonesia National Air Carriers Association meminta pemerintah terus menggenjot pembangunan dan perbaikan infrastruktur penerbangan seperti bandara untuk bisa menampung penambahan usaha penerbangan di Indonesia.

Ini menanggapi kebijakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang menghentikan izin usaha penerbangan sementara waktu.

Menurut Sekjen Indonesia National Air Carriers Association Tengku  Burhanuddin, ketika jumlah dan fasilitas bandara sudah lebih layak, penambahan jumlah maskapai bukan lagi menjadi satu kekhawatiran.

"Kalau maskapai bertambah, otomatis jumlah pesawat di Indonesia banyak, pilot bertambah, rute juga banyak. Untuk itu pemerintah harus membangun bandara yang lebih banyak. Tapi kembali lagi pemerintah siap tidak membangun bandara beserta navigasinya. Jika itu semua terjalani, penambahan maskapai tidak akan bermasalah," tutup Tengku kepada Liputan6.com, Sabtu (12/10/2013).

Dia menilai dengan kondisi jumlah penduduk dan kenaikan permintaan, jumlah maskapai akan terus bertambah karena melihat potensi usaha yang ada.

Dalam menambah bandara, pemerintah bisa berikan kepada perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam menanganinya.

Selain itu, dia juga meminta penghentian izin usaha maskapai penerbangan baru sementara waktu di Indonesia harus memiliki tujuan yang jelas. Ini agar kebijakan tersebut mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi industri penerbangan saat ini.

Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Tengku Burhanuddin menilai saat ini jumlah usaha penerbangan di dalam negeri cukup banyak. Demikian pula dalam jumlah armada dan rute yang diterbangi.

Untuk itu penghentian izin usaha maskapai baru harus jelas, semua pengaturan mengenai maskapai harus ditata baik, karena masalah pada industri penerbangan yang dihadapi saat ini sudah terbilang rumit.

"Pengaturan itu harus ditata sebaik mungkin, masalah industri penerbangan sangat rumit, kalau sudah ditata dengan baik, maka nanti bisa kembali dibuka. Untuk sementara memang dampaknya harus ditutup dulu," ujar dia.

Menurut Tengku, saat ini pelayanan industri penerbangan sangatlah beragam yang ditawarkan masing-masing maskapai.

Masyarakat bisa memilih maskapai yang disukai, harga tiket, rute penerbangan, dan waktu yang cukup banyak dalam memilih jam penerbangan.

"Banyak armada yang ada di maskapai memberikan banyak pilihan untuk masyarakat. Ini sangatlah memberikan dampak yang baik bagi kemajuan industri penerbangan kita. Dari harga murah sampai mahal ada, jam-jam penerbangan yang sudah banyak sampai rute-rute yang sangat memuaskan bagi masyarakat," tegas dia. (Dis/Nur)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya