Bayi Kembar Embrio 12 Tahun Silam Dilahirkan

Hal itu membuktikan bahwa janin manusia dapat dikembangkan berdasarkan sel embrio yang telah disimpan dalam waktu yang cukup lama. Kondisi bayi laki-laki dan perempuan itu dalam keadaan sehat.

oleh Liputan6Diterbitkan 05 Februari 2004, 14:18 WIB
Liputan6.com, Yerusalem: Seorang wanita berusia 39 tahun dilaporkan melahirkan bayi kembar di Rumah Sakit Hadassah, Yerusalem, Israel, baru-baru ini. Hebatnya, bayi laki-laki dan perempuan itu berkembang dari sebuah embrio yang telah dibekukan selama 12 tahun lamanya. Dan lebih hebatnya, wanita yang melahirkan mereka, 12 tahun yang lalu juga melahirkan bayi kembar dari rangkaian embrio yang sama.

Ariel Ravel, dokter yang menangani persalinan ini mengatakan, dari perspektif metabolisme dan biologi, sel embrio tidak mungkin berkembang jika sedang dibekukan. Ini tentu saja dengan catatan, pembekuan dilakukan dengan prosedur yang benar.

Ravel menyadari, dengan keberhasilan eksperimen ini akan muncul satu lagi isu etika dalam dunia kedokteran, yakni etis atau tidaknya inseminasi sel embrio pada wanita berusia lanjut. Sedangkan sel embrio itu telah dibekukan selama beberapa dasawarsa. Setidaknya, eksperimen di Yerusalem terbukti sukses. Sejauh ini, bayi kembar dari embrio simpanan tersebut dalam keadaan sehat.

Lain halnya dengan penemuan Panos Zavos, dokter spesialis kesuburan asal Inggris, belum lama berselang. Ia mengklaim telah berhasil membuat kloning embrio manusia dari sel kulit seorang laki-laki [baca: Seorang Dokter Berhasil Mengkloning Embrio Manusia]. Embrio hasil kloning itu kemudian disematkan ke dalam rahim perempuan berusia 35 tahun, yang juga istri laki-laki pemilik sel kulit tersebut.(DEN/Nlg)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya