Liputan6.com, Makassar: Tim Penyidik Kasus Bom Palopo menduga peledakan bom yang menewaskan empat warga, terkait dengan kasus bom di Makassar, Sulawesi Selatan. Kedua kasus itu diduga terkait dengan seorang tersangka yang masih buron, yakni Agung Abdul Hamid. Hal ini dikemukakan Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Sulsel Komisaris Besar Nurman Thahir di Makassar, Sabtu (31/1).
Menurut Nurman, kesimpulan tim penyidik berlandaskan pengakuan Arman, tersangka yang menyatakan pernah bertemu dengan Agung [baca: Dua Orang Resmi Menjadi Tersangka Bom Palopo]. Dugaan polisi juga didasarkan pada hasil Laboratorium Forensik Markas Besar Polri. Disebutkan ada kemiripan antara bahan-bahan yang ditemukan di Cafe Sampoddo dengan bom di McDonald dan NV Hadji Kalla pada 2002. Keduanya menggunakan potassium chloride, sulfur, aluminium, pipa besi sebagai kontainer dan pengatur waktu sebagai pemicunya.(DEN/Iwan Taruna)
Menurut Nurman, kesimpulan tim penyidik berlandaskan pengakuan Arman, tersangka yang menyatakan pernah bertemu dengan Agung [baca: Dua Orang Resmi Menjadi Tersangka Bom Palopo]. Dugaan polisi juga didasarkan pada hasil Laboratorium Forensik Markas Besar Polri. Disebutkan ada kemiripan antara bahan-bahan yang ditemukan di Cafe Sampoddo dengan bom di McDonald dan NV Hadji Kalla pada 2002. Keduanya menggunakan potassium chloride, sulfur, aluminium, pipa besi sebagai kontainer dan pengatur waktu sebagai pemicunya.(DEN/Iwan Taruna)