Liputan6.com, Jakarta: Pihak Markas Besar TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (28/1) pagi, menggelar lebih dari 988 pucuk senjata dari berbagai jenis milik Gerakan Aceh Merdeka. Senjata tersebut diperoleh pasukan TNI dalam operasi militer antara Mei hingga Desember 2003. Sebagian besar adalah senjata penyerbu.
Pada gelar senjata ini juga diperlihatkan ratusan pucuk AK-47 dan AK-56 buatan Rusia kaliber 7,62 milimeter. Selain itu juga ditunjukkan hampir 100 pucuk senjata rakitan dan senjata SB-1 buatan PT Pindad Bandung, Jawa Barat.
Dalam operasi militer 2003, TNI juga menyita tujuh pucuk senapan mesin sedang dan senapan mesin ringan buatan Rusia dan Belgia. Selain itu TNI juga merampas dan menemukan berbagai jenis pelontar granat buatan Rusia.(YYT/Esther Mulyanie dan Yudi Wibowo)
Pada gelar senjata ini juga diperlihatkan ratusan pucuk AK-47 dan AK-56 buatan Rusia kaliber 7,62 milimeter. Selain itu juga ditunjukkan hampir 100 pucuk senjata rakitan dan senjata SB-1 buatan PT Pindad Bandung, Jawa Barat.
Dalam operasi militer 2003, TNI juga menyita tujuh pucuk senapan mesin sedang dan senapan mesin ringan buatan Rusia dan Belgia. Selain itu TNI juga merampas dan menemukan berbagai jenis pelontar granat buatan Rusia.(YYT/Esther Mulyanie dan Yudi Wibowo)