Jumlah Korban PT Petrowidada Masih Simpang Siur

Perusahaan tetap mengatakan bahwa korban tewas dua orang dan karyawan yang bekerja saat kejadian berjumlah 250 orang. Polisi meragukan keterangan itu. Warga di sekitar pabrik meminta bantuan.

oleh Liputan6Diterbitkan 22 Januari 2004, 04:56 WIB
Liputan6.com, Gresik: Penyelidikan atas musibah kebakaran di PT Petrowidada Gresik, Jawa Timur, masih berlangsung. Langkah tersebut bukan hanya buat mengungkap penyebab utama kebakaran, tapi juga untuk memastikan jumlah korban tewas akibat insiden itu. Sebab, hingga Rabu (21/1) malam ini, jumlah korban masih simpang siur. Pihak perusaahaan tetap mengatakan bahwa korban tewas hanya dua orang dan 44 luka-luka. Jumlah karyawan PT Petrowidada dipastikan hanya 245 orang. Namun perusahaan juga mengakui ada karyawan lepas yang jumlahnya mencapai ratusan orang. Nasib para karyawan lepas inilah yang belum bisa dipantau.

Mungkin atas dasar itulah Tim Penyelidik Polri meragukan jumlah korban tewas hanya dua orang [baca: Polri Tak Puas dengan Keterangan PT Petrowidada]. Apalagi, berdasarkan keterangan beberapa saksi, saat kejadian ada 400 orang tengah bekerja di pabrik tersebut. Kebakaran juga terjadi saat jam kerja belum usai, yakni sekitar pukul 16.00 WIB. Indikasi lain yakni jumlah bangkai sepeda motor yang mencapai ratusan unit.

Kepala Kepolisian Daerah Jatim Inspektur Jenderal Polisi Firman Gani berjanji akan terus meneliti kasus ini lebih dalam sebelum menyimpulkan segala sesuatu. Firman mengaku belum bisa memberi keterangan mengenai penyebab kebakaran karena tim penyelidik masih bertugas. Namun terbetik kabar bahwa telah lama ada kerusakan sistem dalam pabrik. Dan hingga kejadian, belum diperbaiki.

Di sisi lain, pemilik puluhan rumah yang rusak dan hancur akibat ledakan PT Petrowidada berharap segera mendapat bantuan. Sebab meski tidak sampai mengalami gangguan kesehatan, mereka menderita kerugian materi. Fajari dan Haji Maksuin, misalnya. Rumah mereka luluh lantak karena amukan api dari pabrik.

Para warga juga berharap perusahaan memberi kompensasi bagi warga yang ketakutan. Sebab, menurut warga, selama ini mereka kerap mendengar ledakan kecil maupun kebocoran. Akibatnya, warga Kampung Madura yang bersebelahan dengan pabrik dihantui adanya gas beracun di sekitar tempat tinggal mereka jika terjadi ledakan.(DEN/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya