Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah akan mengirim 300 guru ke Malaysia untuk mengajar anak-anak tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di perkebunan. Langkah itu diambil karena anak-anak TKI tak bisa mendapatkan pendidikan yang layak karena tidak ada sekolah negeri di sekitar perkebunan. Para pekerja itu juga tidak mampu membayar biaya pendidikan di sekolah swasta. Hal ini dikatakan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Jusuf Kalla di Jakarta, Selasa (20/1).
Jusuf menjelaskan, pemerintah Malaysia segera menyediakan lahan di sekitar perkebunan untuk membangun gedung sekolah. Ratusan guru yang berstatus pegawai negeri sipil itu akan diberangkatkan Agustus mendatang. Mereka akan mengajar 10 ribu siswa mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah.
Masalah pendidikan untuk anak-anak TKI menjadi salah satu pembicaraan antara Presiden Megawati Sukarnoputri dengan Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi yang berkunjung dua pekan silam [baca: PM Malaysia Menemui Presiden Megawati]. Masalah lain yang dibahas antara lain biaya transportasi, kebijakan menahan paspor TKI oleh majikan, serta besarnya upah minimum.(COK/Josep Herhudi Lestari)
Jusuf menjelaskan, pemerintah Malaysia segera menyediakan lahan di sekitar perkebunan untuk membangun gedung sekolah. Ratusan guru yang berstatus pegawai negeri sipil itu akan diberangkatkan Agustus mendatang. Mereka akan mengajar 10 ribu siswa mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah.
Masalah pendidikan untuk anak-anak TKI menjadi salah satu pembicaraan antara Presiden Megawati Sukarnoputri dengan Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi yang berkunjung dua pekan silam [baca: PM Malaysia Menemui Presiden Megawati]. Masalah lain yang dibahas antara lain biaya transportasi, kebijakan menahan paspor TKI oleh majikan, serta besarnya upah minimum.(COK/Josep Herhudi Lestari)