Menodongkan Pistol, Anak Danramil Dibekuk

Anak seorang Komandan Rayon Militer di Kalimantan ditangkap setelah menodongkan pistol kepada juru pakir kafe. Tersangka mengaku pistol yang dibawanya bukan milik sang ayah, melainkan kepunyaan pamannya.

oleh Liputan6Diterbitkan 20 Januari 2004, 01:17 WIB
Liputan6.com, Palembang: Maheri Wijaya, ditangkap setelah mengancam juru parkir Kafe Irlandia bernama Heri, dengan menodongkan pistol di Palembang, Sumatra Selatan, baru-baru ini. Menurut Heri, kejadian itu berawal saat seorang pemuda yang mengaku anak seorang Komandan Rayon Militer di Kalimantan itu meminta kembali telepon genggam yang digadaikan kepada korban. Permintaan tersangka ditolak karena Maheri tak memberikan uang tebusan. Saat itulah Maheri menodongkan pistol jenis CIS kaliber 22 milimeter.

Kepala Kepolisian Sektor Gandus Inspektur Polisi Satu Surachman mengatakan, Maheri ditahan karena memiliki senjata api tanpa surat izin. Sementara Maheri mengaku pistol yang dibawanya bukan milik sang ayah, melainkan kepunyaan pamannya. Saat ditangkap, mahasiswa fakultas teknik sebuah perguruan tinggi swasta di Palembang ini sempat membuang pistol tersebut.

Kasus kepemilikan senjata api tanpa izin juga terjadi di Lampung, belum lama berselang. Polisi menangkap seorang petani asal Desa Sinar Negeri, Kecamatan Pubian, Lampung Tengah, karena memiliki senjata api rakitan beserta lima butir peluru [baca: Memiliki Pistol, Petani di Lampung Ditangkap]. Polisi menduga, sang petani yang bernama Sunyoto itu adalah anggota sindikat penjual senjata api rakitan.(ZAQ/Ajmal Rokian dan Yanuar Ichrom)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya