Liputan6.com, Bojonegoro: Hasil tembakau di Jawa Timur tak optimal. Padahal selama ini, Jatim terkenal sebagai daerah penghasil tembakau terbesar di Tanah Air. Hal ini terjadi karena para petani--jumlahnya mencapai 550 ribu orang--mengolah lahan secara tradisional sehingga hasilnya tak maksimal. Demikian hasil pemantauan SCTV di Jatim, baru-baru ini.
Di Jatim ada 130 hektare lahan tembakau atau sekitar 61 persen luas lahan tembakau di Tanah Air. Daerah penghasil tembakau utama tersebar di 10 kabupaten, masing-masing empat kabupaten di Madura, Bojonegoro, Jember, dan Bondowoso. Dari 10 kabupaten ini dihasilkan berbagai jenis tembakau seperti tembakau Besuki, Madura, Paiton, Virginia, dan Na Ost. Dari luas seluas itu, para petani cuma mengahasilkan sekitar 95 ton tembakau per tahun.
Menyikapi kondisi ini, Gubernur Jatim Imam Utomo tak tinggal diam. Dia kini sedang sibuk melobi para investor untuk menanam modal di sektor pertanian tembakau. Imam juga sedang melobi sebuah pabrik yang memiliki kapasitas 35 juta kilogram agar mau bekerja sama dengan para petani tembakau tradisional.(ICH/Bambang Ronggo)
Di Jatim ada 130 hektare lahan tembakau atau sekitar 61 persen luas lahan tembakau di Tanah Air. Daerah penghasil tembakau utama tersebar di 10 kabupaten, masing-masing empat kabupaten di Madura, Bojonegoro, Jember, dan Bondowoso. Dari 10 kabupaten ini dihasilkan berbagai jenis tembakau seperti tembakau Besuki, Madura, Paiton, Virginia, dan Na Ost. Dari luas seluas itu, para petani cuma mengahasilkan sekitar 95 ton tembakau per tahun.
Menyikapi kondisi ini, Gubernur Jatim Imam Utomo tak tinggal diam. Dia kini sedang sibuk melobi para investor untuk menanam modal di sektor pertanian tembakau. Imam juga sedang melobi sebuah pabrik yang memiliki kapasitas 35 juta kilogram agar mau bekerja sama dengan para petani tembakau tradisional.(ICH/Bambang Ronggo)