Jepang Menciptakan Kincir Angin Pembangkit Listrik Mini

Walau berbentuk mini, kincir angin tersebut bisa menghasilkan daya listrik dua sampai tiga kilowatt dari angin berkecepatan satu meter per detik.

oleh Liputan6Diterbitkan 12 Januari 2004, 09:20 WIB
Liputan6.com, Tokyo: Tuntutan terhadap ketersediaan sumber energi yang bersih dan ramah lingkungan makin meningkat seiring kesadaran akan pentingnya kelestarian lingkungan. Tapi teknologi yang bisa mendukung semua itu sulit didapat. Padahal kebutuhan akan listrik di perkotaan terus meningkat dari waktu ke waktu. Kondisi itulah yang, baru-baru ini, mendorong para peneliti Universitas Tokai Jepang, menciptakan kincir angin pembangkit listrik mini.

Ditilik dari bentuknya, kincir angin ini digolongkan dalam dua kelompok: bentuk kipas dan lempengan vertikal. Walau berbentuk mini, kincir ini bisa menghasilkan daya listrik dua sampai tiga kilowatt dari angin berkecepatan satu meter per detik. Arus yang dihasilkan ini cukup besar bila dibandingkan dengan kincir konvensional yang baru dapat bekerja bila angin berembus dengan kecepatan minimal lima hingga enam meter per detik.

Kini manfaat alat ini sudah banyak dirasakan, mulai dari menghidupkan lemari penyimpan vaksin sampai alat keperluan rumah tangga. Turbin listrik sederhana ini pun dapat digunakan untuk menerangi jalan, tentunya tanpa kabel. Bahkan kini dunia usaha seperti stasiun pengisian bahan bakar mulai melirik teknologi yang tidak saja hemat biaya, namun juga tidak terpengaruh dengan pemadaman aliran listrik ini.

Pengembangan alat ini sekarang lebih diarahkan pada kincir yang berbentuk lempengan vertikal. Alasannya kincir model ini dapat menangkap angin yang berembus dari arah mana pun dan getaran maupun suara yang dihasilkan jauh lebih kecil. Sejauh ini hasil pengembangan cukup sukses. Kini tim peneliti sudah menghasilkan turbin mini generasi baru yang mampu menghasilkan listrik sebesar empat kilowatt, meski angin bertiup cuma 0,7 meter per detik. Daya sebesar ini cukup untuk mengisi ulang tenaga empat mobil listrik ataupun memproduksi hidrogen buat kendaraan dengan bahan bakar sel. Sayangnya teknologi ini belum dipasarkan secara luas.(ICH/Sud)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya