Liputan6.com, Sidoarjo: Gardu induk PLN Balong Bendo yang berkekuatan 60 ribu mega volt ampere (MVA) di pinggir Jalan Raya Balong Bendo, Krian, Sidioarjo, Jawa Timur, terbakar, Ahad (11/1). Meski tak ada korban jiwa, kerugian materi akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp 5 miliar.
Saksi mata mengatakan, sekitar pukul 08.45 WIB, tiang listrik yang ada di pinggir jalan ambruk dan menimpa travo berkekuatan 60 ribu MVA itu. Tak lama kemudian terdengar ledakan diiringi kobaran api. Jilatan api sempat membuat takut pengguna jalan di jalur Mojokerto-Surabaya tersebut. Bahkan arus lalu lintas di sana sempat dialihkan ke Jalan Bypass Mojokerto-Surabaya.
Kobaran api sulit dijinakkan. Sebab di dalam travo terdapat 40 ribu liter oli. Jilatan api baru bisa dipadamkan beberapa jam kemudian. Itu pun setelah enam unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan Pemerintah Kota Surabaya dikerahkan ke lokasi kejadian.
Manajer Unit Pemasaran PLN Mojokerto, Sugiarto mengatakan, kejadian ini dipastikan mengganggu pasokan listrik ke sejumlah daerah di Krian, Balong Bendo, dan Wringin Anom. Namun dia belum bisa memastikan kapan travo yang terbakar itu akan diganti.(ICH/Bambang Ronggo)
Saksi mata mengatakan, sekitar pukul 08.45 WIB, tiang listrik yang ada di pinggir jalan ambruk dan menimpa travo berkekuatan 60 ribu MVA itu. Tak lama kemudian terdengar ledakan diiringi kobaran api. Jilatan api sempat membuat takut pengguna jalan di jalur Mojokerto-Surabaya tersebut. Bahkan arus lalu lintas di sana sempat dialihkan ke Jalan Bypass Mojokerto-Surabaya.
Kobaran api sulit dijinakkan. Sebab di dalam travo terdapat 40 ribu liter oli. Jilatan api baru bisa dipadamkan beberapa jam kemudian. Itu pun setelah enam unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan Pemerintah Kota Surabaya dikerahkan ke lokasi kejadian.
Manajer Unit Pemasaran PLN Mojokerto, Sugiarto mengatakan, kejadian ini dipastikan mengganggu pasokan listrik ke sejumlah daerah di Krian, Balong Bendo, dan Wringin Anom. Namun dia belum bisa memastikan kapan travo yang terbakar itu akan diganti.(ICH/Bambang Ronggo)