10 Tahun Nikah, Kate Tidak Pernah Mau Kerjakan Pekerjaan Rumah

Selama 10 tahun membina mahligai rumah tangga, semua pekerjaan rumah yang seharusnya dikerjakannya olehnya, justru dikerjakan oleh Ben.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 19 September 2013, 10:30 WIB
Suami mana yang tidak senang, ketika hidupnya senantiasa dilayani oleh sang istri? Tapi, apa jadinya kalau suamilah yang harus senantiasa melayani istrinya. Mulai dari memasak, mencuci piring, mencuci baju, membersihkan rumah, sampai membuatkan susu untuk istri yang baru bangun tidur. Hal itulah yang kini terjadi pada pasangan asal London, Ben dan Kate.

Kate yang terlalu sibuk dengan karirnya sebagai penulis, hampir tidak pernah melayani suaminya dalam hal pekerjaan rumah. Selama 10 tahun membina mahligai rumah tangga, semua pekerjaan rumah yang seharusnya dikerjakannya olehnya, justru dikerjakan oleh Ben. Sedangkan Kate, hanya melayani Ben untuk urusan ranjang.

Tidak hanya itu, Kate dengan bangga mengatakan, suaminya selalu membawakan susu kerbau organik dan cappucino ke tempat tidurnya setiap pagi. Bahkan, Ben rela menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk membuat menu yang spesial untuk istri tercintanya.

"Saya malu melalaikan tugas saya sebagai istri. Masalanya, saya tidak bisa melakukan hal seperti itu. Bahkan Ben, lebih mungkin untuk tiba di rumah tepat waktu setelah seharian bekerja. Sedangkan saya? Ketika Ben pulang, saya sedang manikur dan mengecek situs pertemanan Facebook," kata Kate, seperti dikutip Daily Mail, Kamis (19/9/2013)

Hal ini membuat Kate terlihat sangat egois. Tapi, apa boleh buat, selama 39 tahun hidup ia selalu dilayani, dan tidak pernah sekalipun menyentuh pekerjaan rumah.

Baru-baru ini, Ben mendapatkan tugas ke luar kota selama tiga minggu. Bukannya mencoba untuk belajar memasak, atau berinisiatif menyewa pembantu, Kate justru meminta kepada Ben untuk menyiapkan makanan organik, yang dapat disimpan selama beberapa hari. Sedangkan Kate, hanya mau mengurusi kedua anaknya, Ronni (6) dan Stanley (2)

Kate menilai Ben sebagai sosok dewa yang hebat, dan pencari nafkah yang handal. Kate malu, karena sepanjang kehidupan bersuami istri, ia hanya mementingkan pekerjaannya sebagai penulis, dan selalu terpaku pada telepon selular, takut ada panggilan yang menawarinya pekerjaan hilang begitu saja.

Kejadian seperti ini telah berlangsung sejak keduanya masih berpacaran, di tahun 2003. Ketika Kate sibuk menulis untuk sebuah majalah dan dikejar deadline, Ben-lah yang menghampirinya dan membawakan sekotak donat untuk dimakan Kate.

Tak ingin Ben kecewa, karena ia tak mampu menjadi istri yang baik, Kate berusaha untuk memberikan pelayanan yang dahsyat ketika datang waktu untuk berhubungan seks. Setiap Jumat malam, dipilih Kate untuk memberikan pelayanan yang mampu memuaskan suaminya.

"Ini tidak boleh sampai gagal. Kalau tidak, Ben akan marah kepada saya sepanjang akhir pekan. Menjadi pasangan yang baik, adalah hal terpenting," kata Kate.

(Adt/Igw)

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya