Aksi Menentang Pagar Pembatas Israel-Palestina Ricuh

Tentara Israel bentrok dengan demonstran Palestina di Desa Bodros, Tepi Barat, yang tengah menggelar aksi damai menentang pembangunan pagar pembatas oleh pemerintah Israel.<br />

oleh Liputan6Diterbitkan 05 Januari 2004, 09:05 WIB
Liputan6.com, Tepi Barat: Aksi menentang pendudukan militer Israel di wilayah palestina terus berlanjut. Ahad (4/1), tentara Israel bentrok dengan demonstran Palestina di Desa Bodros, Tepi Barat. Bentrokan ini terjadi setelah unjuk rasa damai menentang pembangunan pagar pemisah berubah menjadi aksi kekerasan. Untuk mengendalikan kerusuhan, tentara Israel sempat melepaskan tembakan dan gas air mata ke arah para demonstran yang melempari dengan batu.

Seperti diketahui, pagar pemisah yang rencananya akan dibangun sepanjang 600 kilometer di Tepi Barat dimaksudkan untuk mencegah masuknya para pelaku bom bunuh diri. Tapi, warga Palestina menilai kebijakan pembangunan pagar pembatas itu justru sebagai pencaplokan wilayah. Pagar pemisah yang dibangun sejak Juni 2003 ini berada di beberapa tempat yang dekat dengan garis hijau. Selama ini garis hijau menjadi garis batas antara wilayah Israel dan Palestina sebelum Perang Arab-Israel pada 1967.

Sebelumnya, Kabinet Israel menyetujui program pembangunan pagar pengamanan yang memisahkan Tepi Barat dengan Israel. Keputusan tersebut praktis bertentangan dengan aspirasi warga Palestina yang menilai pembangunan pagar yang mencapai wilayah Tepi Barat hingga 30 kilometer itu sebagai pelanggaran kesepakatan perdamaian [baca: Israel Melanjutkan Pembangunan Pagar Pemisah Israel-Tepi Barat].(ORS/Dewi)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya